Film Kartini Coba Dongkrak Industri Film Nasional | SWA.co.id

Film Kartini Coba Dongkrak Industri Film Nasional

Sepanjang April 2017, Galeri Indonesia Kaya menyelenggarakan beragam kegiatan yang menghibur dengan tema wanita yang ditampilkan oleh para pelaku seni. Hari ini, Legacy Pictures dan PT Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) meluncurkan buku: Di Balik Layar Film Kartini di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.

Buku Di Balik Layar Film Kartini ini berisi cerita-cerita seru yang terjadi di lokasi syuting film Kartini yang akan dirilis di bioskop nasional serentak pada April 2017. Film drama biopik ini mengisahkan Kartini dalam usahanya memperjuangkan hak perempuan dan kesetaraan kaum miskin serta pendidikan. Film yang memotret kehidupan sang pejuang wanita sejak awal masa hidupnya ini disutradari oleh Hanung Bramantyo dan Robert Ronny sebagai produser.

Cerita-cerita seru ini juga dilengkapi foto-foto eksklusif para pemain, seperti Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, Ayushita, Christine Hakim, Deddy Soetomo, Djenar Maesa Ayu, Nova Eliza, Adinia Wirasti, Reza Rahadian, Denny Sumargo, dan lainnya. Semua foto adalah karya Umar Setyadi dan segala materi untuk buku Di Balik Layar Film Kartini ini diedit dan dikurasi oleh tim Legacy Pictures.

“Peluncuran buku Di Balik Layar Film Kartini ini menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan menjelang diluncurkannya film Kartini pada 19 April mendatang. Buku ini menjadi gerbang awal bagi para pecinta film Indonesia yang sudah tidak sabar menantikan film ini di bioskop. Beragam cerita selama proses produksi film ini dan hal-hal lain yang terjadi di belakang layar dan belum pernah diungkapkan ke publik dapat dibaca dalam buku ini sehingga buku ini juga patut untuk menjadi koleksi,” ujar Robert, produser film Kartini.

Peluncuran buku Di Balik Layar Film Kartini ini berisi pembacaan penggalan surat Kartini oleh beberapa pemain film Kartini, tokoh perempuan Indonesia, dan penulis perempuan Indonesia, seperti Acha Septriasa, Gita Gutawa, Ayu Dyah Pasha, dan Christine Hakim.

Kegiatan berdurasi sekitar 2 jam ini dibuka dengan segmen pertama Cita-cita yang diisi dengan pembacaan surat Kartini oleh Gita Gutawa yang juga mengisi soundtrack film Kartini bersama Melly Goeslaw. Segmen kedua Perjalanan Menuju Cita diisi dengan pembacaan surat oleh Acha Septriasa dan Ayu Dyah Pasha dan ditutup dengan segmen Pencapaian dan Harapan dimana pembacaan surat dilakukan oleh Christine Hakim.

“Kartini merupakan salah satu tokoh perempuan dalam sejarah Indonesia yang berjuang untuk kesetaraan hak perempuan dan kaum marjinal dalam pendidikan. Perjuangan Kartini ini menjadi bekal dan cermin dalam mengambil sikap dan kebijakan bagi generasi muda untuk membangun masa depan yang penuh dengan semangat kebangsaan. Film Kartini ini menjadi bahan belajar alternatif untuk mengetahui lebih dekat tentang sosok Kartini, perjuangan dan pemikirannya,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Robert Ronny menambahkan, hadirnya film Kartini ini dapat kembali mengangkat insdustri film nasional yang belakangan sempat redup pamornya dengan banyak jumlah film luar yang tayang dan menarik minat penonton.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Datacomm Datacenter Federation Berada di Tiga Kota

Menurut sebuah riset dari Cisco, diprediksi bahwa di tahun 2020 akan ada 50 miliar perangkat yang terhubung ke internet dan...

Close