"Filosofi Kopi" Pikat Torabika Untuk Ikut Berkolaborasi

Tepat akhir pekan ini, film yang akan disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko yang diadaptasi dari buku karya Dewi Lestari, yaitu Filosofi Kopi, siap memulai proses produksi pada 10 Januari 2015 yang berlokasi di Bandung dan Jakarta. Film ini juga menggandeng Kopi Torabika yang menjadi sponsor dalam film tersebut.

IMG_20150109_024145

"Film ini secara premis masih seperti apa yang ada di buku, karena yang di buku ceritanya cenderung pendek, jadi jika hanya terpaku dengan yang ada di buku maka durasi filmnya akan sangat pendek," ungkap Angga.

Ia menceritakan, Filosofi Kopi sebenarnya adalah nama kedai kopi yang dimiliki oleh Ben (diperankan oleh Chicco Jerikho) dan Jodi (diperankan oleh Rio Dewanto). Waktu kecil, ayah Ben harus mengalami sebuah tragedi, yang kebun kopinya dirampas oleh perusahaan sawit Malaysia. Akhirnya, Ben kecil tinggal di rumah Jodi sampai dewasa, dan singkatnya, kemudian mereka mendirikan kedai kopi.

Lalu, mereka dipertemukan oleh karakter baru yang bernama El (diperankan oleh Julie Estelle), yaitu seorang penulis yang berasal dari Perancis. Setelah itu, mereka bertiga berjalan secara filosofis yang kemudian membawa mereka ke masa lalu mereka dan berdamai dengan masa lalu mereka.

"Penulisan dari tahun 2013. So far kita sudah melakukan semuanya. Istilahnya saya tinggal pencet kamera lalu syutingnya jalan," jelas Angga.

Filosofi Kopi ternyata memikat salah satu brand kopi Indonesia, yaitu Kopi Torabika untuk ambil bagian dalam film ini. Brand Manager Kopi Torabika, Andrian, mengatakan, ini adalah salah satu bentuk komitmen Torabika kepada konsumen, dan bertujuan untuk mengedukasi konsumen di Indonesia dalam hal pembuatan kopi.

"Kita lebih fokus kepada edukasi kopi. Kopi itu sebenarnya tidak se-simple itu. Setelah kita tahu konsepnya kita akan lebih appreciate kepada kopi," tutur Andrian.

Ia melanjutkan, kolaborasi Torabika dengan film yang diklaim menjadi first user generated movie di Indonesia ini berdasarkan dengan kesamaan visi dari Torabika dan Filosofi Kopi. Jadi, tidak untuk memasarkan brand Torabika, tetapi lebih kepada mendekatkan diri ke konsumen. "Ini salah satu cara untuk mendekatkan diri ke konsumen," tutup Andrian. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)