FMCG Terdampak Pandemi, Yupi Bangun Strategi Pemasaran Baru

Pandemi Covid-19 membawa dampak melemahkan pemasaran dan penjualan hampir di semua jenis industri, termasuk industri FMCG. Hal ini juga dirasakan oleh produsen permen jeli PT Yupi Indo Jelly Gum, pemilik brand Yupi.

Permintaan untuk produk FMCG yang tergolong tersier seperti permen sedikit menurun. Merespons kondisi ini Yupi tetap berupaya membangun strategi pemasaran agar brand tetap mendapat perhatian pasar. Seperti yang diketahui bersama, bisnis produk permen jeli seperti Yupi sangat dipengaruhi oleh impulsif buying dan distribusi. Oleh karena itu kali ini, Yupi melakukan komunikasi dengan target pasarnya dengan memberikan insight mengenai manfaat kudapan manis guna meredam stres di tengah kondisi pandemi seperti saat ini.

Menggandeng praktisi psikolog Elizabeth T Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC, brand ini memberikan wawasan seputar makanan manis.

“Menjaga kondisi fisik dengan asupan seperti makanan sehat, vitamin dan buah-buahan diperlukan, tapi perlu dilengkapi dengan asupan pikiran yang positif dan kreatif, terutama perasaan happy di setiap suasana,” jelas Elizabeth.

Salah satu stimulus perasaan bahagia adalah asupan gula. Data dari US Dietary Guidelines mengenai efek asupan gula pada manusia, salah satunya adalah menurunkan hormon stres (kortisol). Orang yang sedang merasa sedih, terisolasi, depresi, di saat kondisi pandemik seperti saat ini, perlu asupan yang manis secukupnya sehingga memberikan energi dan perasaan happy.

Asupan gula bisa didapatkan dari kudapan seperti permen jeli, “Dengan melihat aneka bentuk Yupi, kadang kita langsung tersenyum dan tergoda untuk mengunyahnya. Jadi perasaan happy itu sudah ada sebelum kita merasakan permennya. Dan begitupula dengan rasa manis segar dari kandungan fruit juice serta teksturnya yang kenyal dan empuk. Ibaratnya, semua perasaan dan sensasi happy bersatu di dalam mulut” ujar Juliwati Husman, dari PT. Yupi Indo Jelly Gum, selaku Marketing & Sales Director.

Secara ilmiah pun terbukti asupan gula dapat meningkatkan energi dan suasana hati yang sedang “down”. Yang terpenting adalah pencapaian asupan sesuai porsi kebutuhan tubuh manusia tetap terjaga. Menurut American Heart Association (AHA), wanita membutuhkan kandungan gula perhari sebanyak 100 dan pria sebanyak 150 kalori.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)