Gerakan “Romantic Hour, Satu Jam di Malam Hari Tanpa Gadget” dari SariWangi

SariWangi meluncurkan gerakan “Romantic Hour, Satu Jam di Malam Hari Tanpa Gadget” yang bertujuan untuk menginspirasi para pasangan suami istri menjalin komunikasi tatap muka di malam hari. Gerakan ini didukung oleh Prof. Dr. Meutia Hatta, anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang memiliki kepedulian terhadap Pemberdayaan Perempuan Indonesia, serta dihadiri puluhan rekan-rekan media beserta pasangannya dan beberapa tamu undangan lainnya.

Tujuan dari diadakannya ”Romantic Hour, Satu Jam di Malam Hari Tanpa Gadget” adalah untuk mendorong pasangan suami istri di Indonesia untuk mematikan gadget selama satu jam pada pukul 19.00 – 20.00 di malam hari sehingga mereka bisa benar-benar menjalin komunikasi tatap muka dengan pasangan. Gerakan mematikan gadget selama satu jam di malam hari diharapkan dapat dilakukan terus menerus oleh pasangan suami istri di Indonesia, agar romantisme antar pasangan dapat terus terpelihara dengan baik dan menciptakan keluarga yang harmonis. Setelah sibuk beraktivitas seharian penuh, malam hari menjadi pilihan yang tepat bagi pasangan suami istri untuk berkomunikasi tatap muka tanpa gangguan gadget.

Meutia Hatta, sebagai tokoh yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan perempuan Indonesia mengajak pasangan suami istri di Indonesia untuk turut serta dalam gerakan “Romantic Hour, Satu Jam di Malam Hari Tanpa Gadget”. “Saya sangat mendukung gerakan positif karena dapat mendorong pasangan untuk meningkatkan kualitas komunikasi sehingga akan tercipta keluarga yang harmonis. Perempuan juga akan memiliki ruang untuk menyampaikan segala hal di momen tersebut kepada pasangannya, sehingga perempuan mempunyai kedudukan yang setara di dalam rumah tangga”, paparnya.

Fiona Anjani Foebe, Marketing Manager PT Unilever Indonesia, Tbk. Menjelaskan, melalui gerakan Romantic Hour, Satu Jam di Malam Hari Tanpa Gadget”, SariWangi ingin menginspirasi para pasangan suami istri menjalin komunikasi tatap muka di malam hari dengan suasana yang rileks dan ditemani dengan teh hangat agar pembicaraan dapat mengalir dengan lancar.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen, tercatat bahwa di malam hari waktu yang paling banyak dihabiskan untuk menggunakan gadget di malam hari adalah pukul 19.00 – 21.59, dan hal tersebut tentunya dapat menjadi salah satu penghalang untuk menjalin komunikasi tatap muka bagi pasangan suami istri di malam hari. Dengan latar belakang tersebut, maka SariWangi mendorong pasangan suami istri untuk berkomunikasi tatap muka di malam hari dengan mematikan gadget selama satu jam”.

Malam hari adalah pilihan yang tepat untuk berkomunikasi tatap muka dengan pasangan, setelah seharian sibuk beraktivitas. Selain itu, saat malam hari badan dan pikiran lebih rileks sehingga dapat membuat moment berkomunikasi lebih tenang dan nyaman. Dengan berkomunikasi tatap muka di malam hari pasangan suami istri dapat mendiskusikan banyak hal dengan lebih tenang, mulai dari topik yang ringan hingga topik yang cukup berat, termasuk tentang anak.

Fiona menambahkan, saat menikmati keintiman berdua, hindarilah hal-hal yang kadang bisa menjadi penghalang untuk bisa berkomunikasi tatap muka secara efektif, salah satunya adalah gadget. Pasangan diharapkan bisa lebih menghargai dan memanfaatkan waktu yang ‘mahal’ tersebut secara efektif, jadi sebisa mungkin tidak dihabiskan dengan sibuk bermain gadget, seperti meng­update status atau bahkan saling bertegur sapa melalui fitur smartphone. Maksimalkan waktu malam dengan mengobrol saling tatap muka, dari hati ke hati dengan asik dan romantis.

Banyak hal yang bisa dilakukan sembari berkomunikasi tatap muka dengan pasangan di malam hari, salah satunya adalah dengan menyediakan teh hangat. Selain sebagai pelengkap untuk ngobrol bersama pasangan, teh hangat juga memiliki kandungan flavonoids dan theanine yang berkhasiat untuk memberikan rasa rileks dalam tubuh sehingga dapat membuat komunikasi bersama pasangan lebih romantis,” Fiona menambahkan.

Pasangan artis Baim dan Artika Sari Devi secara kompak memaparkan, “untuk membangun keintiman, sejak awal pernikahan, kami selalu menyempatkan waktu secara rutin untuk melakukan komunikasi tatap muka dan membangun kebersamaan. Biasanya kami ngobrol di malam hari, setelah anak kami tidur, sambil ditemani teh hangat yang membuat komunikasi jadi lebih rileks dan nyaman, dan secara otomatis akan tercipta momen romantis kami”, jelas Baim.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)