Hari Bumi, Ancol Gelar Lomba Fotografi

Alam menangis dihajar keserakahan manusia. Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April 2017 mendatang adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi nasib bumi Indonesia. Pembangunan infrastruktur yang tengah gencar digalakkan pemerintah tak boleh mengganggu keseimbangan ekosistem. Lingkungan yang rusak akan mengganggu habitat hewan dan tumbuhan.

Ancol Taman Impian mencoba mengingatkan manusia untuk bijak memperlakukan bumi kita dengan menggelar kegiatan Peluncuran Buku Keanekaragaman Hayati dan Kompetisi Fotografi pada 8 April 2017 di Ecopark Ancol. Mereka menggandeng Biological Bird Club “Ardea” Universitas Nasional Jakarta.

Acara ini juga akan menghadirkan pakar lingkungan dan photography, yaitu Dr. Tatang Mitra Setia (pakar lingkungan perkotaan) dan Willy Ekariyono, M.Si (Indonesian Wildlife Photography). Mereka akan berbagi pengalaman tentang keanekaragaman hayati flora dan fauna liar di daerah perkotaan dan teknik cara memotret fauna liar dengan baik.

Peluncuran Buku Keanekaragaman Hayati di Ancol

“Kegiatan ini merupakan bagian dari konsep edutainment yang dapat dinikmati pengunjung dan kami ingin menginformasikan kepada masyarakat dan pengunjung bahwa di kawasan Ancol terdapat banyak sekali keanekaragaman hayati yang dapat dilihat dan dinikmati pengunjung. Jadi selain menikmati wahana rekreasi, pengunjung juga dapat menikmati kehidupan biota liar yang berada dikawasan Ancol serta dapat turut menjaga kelestariannya” ujar C. Paul Tehusijarana, Direktur utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Kontribusi Ancol Taman Impian dengan menyediakan ruang terbuka hijau di area Ecopark Ancol juga didokumentasikan dalam sebuah buku. Buku ini mengulas keanekaragaman hayati di dalam kawasan Ancol. Buku pertama telah meluncur pada 2015 silam bertajuk “Burung-burung di Ancol Taman Impian”. Kini akan diterbitkan buku yang kedua dengan judul “Ragam Kehidupan Biota”. Kedua buku ini berisikan tentang informasi flora dan fauna liar yang terdapat di kawasan rekreasi Ancol Taman Impian.

Buku pertama berisi tentang semua jenis burung yang dapat ditemui di Ancol, baik itu burung habitat asli pesisir maupun burung yang hanya singgah saat sedang bermigrasi. Sedangkan buku kedua akan lebih komplit karena tidak hanya bercerita tentang kehidupan fauna liar tetapi kehidupan flora atau tumbuhan-tumbuhan yang ditemui di area Ancol.

Selain kompetisi fotografi, terdapat pula kompetisi comic strip dan doodle art. Bertemakan “Biodiversity and Landscape in Ancol”, berhadiah total Rp 25 jutaini gratis dan terbuka untuk umum. Untuk dapat mengikuti kompetisi ini cukup mendaftarkan diri kepada panitia dengan mengirimkan nama, nomor dan foto KTP, nomor hp dan kategori lomba yang ingin diikuti (fotografi / comic strip / doodle art) via email ke ancolurbanbiodiversity@gmail.com.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Rektor Prasmul: Pendidikan Tinggi Harus Berjiwa Wirausaha

Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Prof.Dr. Djisman Simandjuntak, mengatakan, pendidikan tinggi nantinya akan diwarnai dengan pertumbuhan mahasiswa masif, padat teknologi dan...

Close