Hong Kong Sediakan Small Order Zone di Senayan

Pebisnis asal Hong Kong berupaya menjajakan produknya di Indonesia. Sebanyak 200 perusahaan dan merek gaya hidup (lifestyle) dibawa oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) untuk unjuk gigi di pameran dagang Lifestyle Expo in Jakarta (LEJ). Ini adalah kali kedua pameran tersebut diadakan.

Pameran dagang yang merupakan kerja sama antara HKTDC dan Kadin Indonesia berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, dan akan berakhir Sabtu (16/3/2013). Margaret Fong, Deputy Executive Director HKTDC mengatakan, pihaknya berharap bisa mengulang bahkan meningkatkan kesuksesan LEJ di tahun ini. "Tahun lalu kami mendapatkan 10 ribu pengunjung dalam tiga hari pameran, tahun ini kami mengharapkan jumlah yang berlipat ganda," kata dia.


Hong Kong melihat bahwa Indonesia adalah pasar yang potensial. Ini dilihat dari perekonomian Indonesia yang terus tumbuh, populasinya yang besar, dan daya beli masyarakat juga meningkat pesat. Karena itu, pengusaha Hong Kong pun berupaya memasarkan produknya di pasar domestik.

"Konsumen Indonesia memiliki selera yang bagus untuk menyesuaikan dengan gaya hidup mereka, dan produk Hong Kong bisa memberi alternatif baru bagi konsumen Indonesia, terutama untuk produk barang konsumsi dan gaya hidup," sambung Margaret.

HKTDC pun berharap, pameran LEJ bisa mempererat hubungan perdagangan kedua negara, terutama bagi para importir, distributor, peritel, serta buyer department store dan toko-toko khusus.

Berbeda dengan tahun lalu, untuk terus memenuhi perubahan tingkat kebutuhan dari para pebisnis, kali ini LEJ menghadirkan layanan khusus “Small Order Zone” atau Zona Pemesanan-Skala Kecil. Zona ini didesain untuk merespons tren yang terus berkembang untuk pemesanan dalam skala kecil. Tepatnya untuk memfasilitasi para pebisnis, termasuk pemain grosir, pengecer, ritel online, dengan para pemasok yang menerima pemesanan dengan jumlah yang lebih kecil.

Layanan baru lainnya adalah premium zone, yang menampilkan produk–produk premium dari Hong Kong. Seperti tahun lalu, LEJ menawarkan beragam produk gaya hidup yang terbagi dalam lima zona, yakni produk elektronik, aksesoris dan pernak-pernik, perkakas rumah tangga dan elektrik, produk busana dan aksesoris, serta jam dan arloji.

Sementara itu, Gregory So, Sekretaris Perdagangan dan Pembangunan Hong Kong berharap bahwa Hong Kong bisa menjadi destinasi belanja bagi konsumen Indonesia, terutama mereka yang menginginkan produk berkualitas yang sesuai dengan gaya hidup masa kini. Di sisi lain, ia juga berharap LEJ bisa menjadi platform bagi pelaku bisnis Indonesia untuk memperluas pasar ke dunia internasional, terutama China.

Bagi Indonesia sendiri, posisi Hong Kong juga sangat strategis karena menjadi pintu gerbang memasuki pasar China. Dengan pengalaman puluhan tahun di bidang perdagangan, pembiayaan, logistik, dan jasa perkapalan, Hong Kong bisa menjadi perantara antara perusahaan Indonesia dan China dalam melakukan transaksi jasa dan dagang.

Sebagai informasi, Indonesia merupakan mitra perdagangan terbesar ke-22 bagi Hong Kong, dengan transaksi perdagangan tercatat mencapai lebih dari US$ 5,3 miliar pada 2012. Selain itu, berdasarkan data Census & Statistics Department of Hong Kong, per 1 Juni 2012, terdapat 19 perusahaan Indonesia yang memiliki kantor perwakilan di Hong Kong, dan terdapat lebih dari 500 ribu penduduk Indonesia yang mengunjungi Hong Kong selama tahun lalu. Adapun penduduk Indonesia yang berdomisili di Hong Kong per Desember 2012 tercatat sebanyak 164.846 orang. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)