Iklan Media Online Dongkrak Penjualan Rumah.Com

Arus urbanisasi yang cukup tinggi, mendorong naiknya penjualan properti di kota-kota besar. Selain itu meledaknya populasi generasi muda yang melek teknologi, pertumbuhan kelas menengah, dan pendapatan pekerja yang semakin naik juga menjadi salah satu pemicu tingginya penjualan properti di Indonesia.

Pada saat ini separuh dari 250 juta penduduk Indonesia tinggal di Jakarta. Pada tahun 2020 diperkirakan 68% dari populasi akan tinggal di kota. Sementara pada tahun 2045 akan meningkat 85%, selain itu jumlah kelas menengah pun akan ikut tumbuh. Pada tahun ini kelas menengah di Indonesia berjumlah 45.662.000 dimana pada tahun 2040 akan menjadi 80.274.000.

IMG_20151210_120829_HDR

Melihat perkembangan ini pasar properti pun semakin bergairah karena pasar semakin membesar, namun untuk bersaing di pasar properti, strategi yang dilakukan harus berbeda. Bagi Wasudewan, Country General Manager Rumah.com, menjual dengan media konvesional seperti baliho atau poster sudah tidak efektif lagi.

Media konvesional hanya menargetkan kawasan tertentu, sementara media online mampu mencapai pasar, di mana saja, kapan saja selama 24 jam, dan bisa diukur efektivitas penjualannya. “Adanya sistem online membuat pembeli properti lebih mudah dalam mencari rumah idaman. Bagi agen mereka pun menjadi lebih cermat dalam menganalisa dan mengevaluasi iklan, listing, serta klien potensial,” jelasnya.

 

Menurutnya 70% pembeli properti merupakan investor di mana 30% sisanya merupakan pembeli pertama. Adanya internet membuat mereka mudah dalam menganalisa karakter pembeli. Menurutnya, para investor biasanya mencari properit di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara dengan kisaran harga di atas Rp 1 miliar.

Sementara para pembeli baru biasanya membeli properti di kawasan Jabodetabek dengan kisaran harga Rp 700 juta ke bawah. Bagi konsumen ini, alat transportasi umum merupakan alasan utama, untuk menentukan tempat tinggal. Data ini diperolehnya melalui analisa jual beli yang dilakukan agen dan konsumen di Rumah.com.

Baginya, data seperti ini tidak akan didapatkan bila hanya mengandalkan metode penjualan konvesional saja. “Masyarakat kita sudah sadar teknologi, ada 300 juta handphone yang digunakan di Indonesia sementara penduduk kita hanya 250 juta. Ini berarti online memiliki potensi yang cukup besar,” ujarnya serius.Oleh karena itu Rumah.com pun meluncurkan 4 strategi untuk menggaet konsumen properti.:

  1. Memberikan fasilitas tampilan video kepada konsumen. Video ini nantinya akan menampilkan properti yang ditawarkan, mulai dari bentuk, isi, lingkungan sekitar dll. Konsumen pun dapat menghemat waktu dan meninjau banyak properti dalam hitungan menit.
  2. Dalam menjamin kemanan kepada konsumen, pihak Rumah.com akan mengecek secara langsung berbagai iklan properti yang ditampilkan sehingga terhindar dari penipuan.
  3. Mereka juga berencana untuk memberikan tambahan layanan chat agent, sehingga pembeli bisa langsung berkomunikasi dengan agen yang mengiklankan properti yang diinginkan.
  4. Pihak Rumah.com pun berenacana mengedukasi agen untuk bisa melakukan analisa terhadap penjualan pesaing mereka. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan report penjualan, dinamika, dan naik turunnya properti di daerah tempat mereka menjual properti. Selain itu agen pun akan diedukasi untuk membuat website mereka sendiri dengan track record penjualan mereka. Diharapkan sang agen pun bisa menjemput bola kepada konsumen dengan lebih mudah.

Selain itu, ia pun membocorkan bahwa pihaknya sedang menyiapakan aplikasi  Android untuk agen. Para agen diharapkan mampu mengupload video, gambar, dan informasi propertyisecara cepat tanpa bergantung kepada laptop. Persaingan di dunia properti, tentunya menuntut kecepatan agen dalam memberikan informasi mengenai properti yang diinginkan konsumen, sehingga properti pun bisa laku dengan cepat.

Semua ini merupakan persiapan yang dilakukan dalam rangka menyambut tahun 2016. Ia pun cukup optimis dalam menghadapi tantangan di tahun baru. Salah satu pemicunya adalan tingginya anggaran APBN yang dialokasikan untuk infrastruktur di tahun 2016 yaitu Rp 313 triliun. Tingginya pembangunan infratruktur tentunya akan menumbuhkan pasar properti di masa depan.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)