Impian Elin Waty Jadikan Indonesia Kiblat Asuransi Syariah

Konsep syariah tak hanya diterapkan dalam dunia perbankan saja, kini asuransi juga mengadopsi syariah sebagai basis bisnis mereka. Salah satunya adalah Sun Life yang telah mendirikan unit syariahnya sejak 2010. Namun, jalur distribusi agency khusus syariah mulai beroperasi pertama kali pada 2014. Menurut Presiden Dirktur PT Sun Life Financial Indonesia, Elin Waty, potensi besar terlihat pada asuransi syariah. Hal ini menjadikan tantangan bagi Sun Life untuk menggarap dan mengembangkan bisnis syariah ini dengan baik.

President Director PT Sun Life Financial Indonesia, Elin Waty.

Strategi disusun oleh Sun Life Syariah untuk menghadirkan sebuah konsep baru antara konvensional dan syariah. Pemisahan ini bertujuan untuk fokus dalam hal penjualan produk syariah. Tantangan terbesar adalah pemahaman mengenai asuransi sendiri masih minim sekali, terlebih mengenai sistem syariah masih belum memadai.

“Masyarakat Indonesia masih beranggapan bahwa sistem syariah hanya ditujukan bagi pemeluk agama tertentu. Padahal sistem ini bersifat universal, dapat ditujukan kepada setiap individu yang memiliki preferensi terhadap nilai-nilai transparan, adil, dan manfaatnya sama menguntungkan dengan asuransi konvensional,” ungkapnya.

Rekrutmen agen juga menjadi kendala awal bagi Sun Life karena mereka harus secara jelas memposisikan bahwa syariah adalah sebuah model bisnis. Bagi Elin , ini menjadi mimpinya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat atau kiblat dari asuransi syariah, bukan lagi Malaysia. Kerja samanya dengan tim begitu kuat terlebih bersama rekannnya M. Norman Nugraha sebagai Chief Agency Officer Syariah PT Sun Life Financial Indonesia. Evaluasi senantiasa mereka lakukan untuk melihat kekurangan dari jalur distribusi syariah yang mereka kembangkan.

Konsep atau model dari jalur distribusi produk syariah milik Sun Life memiliki positioning baru, diluncurkan 2016 dengan nama Modern Syariah Insurance Expert (MSIE). Dengan konsep ini membedakan dengan kompetitor, jalur agency syariah Sun Life memiliki banyak keistimewaan yaitu kami perusahaan asuransi jiwa pertama dan satu-satunya yang memisahkan jalur distribusi konvensional dan syariah.

“Kami juga memastikan produk perusahaan harus inovatif. Produk pertama kami di tahun 2009 adalah Brilliance Hasanah Sejahtera untuk segmen menengah ke bawah dengan premi Rp 200 ribu/bulan,” ujarnya. Asuransi ini merupakan proteksi jiwa dan investasi sebagai tambahan perlindungan seperti kesehatan, kecelakaan, penyakit kritis, dan sebagainya.

Selain itu, Brilliance Amanah juga ditawarkan sebagai produk unit link pertama yang dirancang untuk ibadah haji dan umroh. Keistimewaannya adalah santunan saat pemegang polis sakit ketika berada di tanah suci, dengan nilai manfaat hingga mencapai Rp 800ribu per hari di luar jaminan kesehatan dari jaringan rumah sakit di Arab Saudi. Briliance Hasanah Fortune Plus juga menjadi produk unggulan unit link syariah yang dikhususkan untuk investasi. Asuransi lainny Sun Medical Platinum Syariah yakni asuransi kesehatan syariah pertama yang cakupannya hingga ke luar negeri dan cashless.

Pengembangan untu mendukung unit syariah agar berjalan baik dilakukan oleh Sun Life dalam bebrbagai cara. Menjadi bagian dari Modern Syariah Insurance Expert, Sun Life menerapkan teknologi dalam menjalankan bisnisnya. Agen sebagai insurance expert dibekali dengan client apps pada smartphone untuk menjawab kebutuhan nasabah dan kemudahan akses polis asuransi yang mereka miliki. “Beberapa fitur yang dapat diakses melalui aplikasi ini adalah mengetahui informasi detail polis nasabah, memonitor portofolio investasi, mengecek daftar rumah sakit rekanan, menghubungi agen, dan mendapatkan informasi terkini mengenai perusahaan,” ungkapnya.

Menurut Chief Agency Officer Syariah PT Sun Life Financial Indonesia, M. Norman Nugraha, Sun Life akan melanjutkan ekspansinya ke Bangka Belitung, Jambi, Tangerang, Lubuk Linggau, Palembang, Surabaya, dan Bandung. Tercatat kini ada 58 kantor pemasaran Sun Life di seluruh Indonesia dari kota besar hingga kota kecil. “Kota kecil tetap kita sasar namun memang kendala yang dihadapi adalah literasi keuangan khususnya asuransi masih rendah dan menemukan mitra yang tepat,” ujarnya. Saat ini kontribusi bisnis dyariah terhadap perusahaan lebih dari 30% dan tumbuh 45% dari tahun lalu dengan total nasabah Sun Life mencapai 658.000 per 2016.

Reportase: Tiffany Diahnisa

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)