Indolok Bidik Penjualan Brankas Aslam 40 Ribu Unit

Achmad Basuki, Field Development Manager PT Indolok Bakti Utama. (Tangkapan Layar : Vicky Rachman/SWA)

PT Indolok Bakti Utama (Indolok), distributor produk teknologi keamanan dari Swedia,  meluncurkan Aslam Safes, brankas infak pelindung dari pencurian yang dilengkapi dengan fitur pelat “anti pancing”, pelat penutup, lubang angkur dan lainnya, sehingga aman dari aksi pencurian. Indolok menargetkan penjualan brankas Aslam Safes sebanyak 40 ribu unit terealisasi di sepanjang tahun ini.

Hal ini disampaikan Achmad Basuki, Field Development Manager Indolok Bakti Utama, di sela-sela peluncuran virtual Aslam Safes di Jakarta, Selasa (4/5/2021). “Jumlah masjid di Indonesia diperkirakan sebanyak 800 ribu unit, dari angka ini maka kami menargetkan penjualan brankas Aslam Safes diharapkan mencapai 5% dari jumlah total masjid di Indonesia,” tutur Achmad. Dengan demikian, Indolok memproyeksikan penjualan branskas Aslam Safes itu sebanyak 40 ribu unit.

Achmad menyebutkan harga Aslam Safes senilai Rp 5 juta/unit. Indolok menyediakan layanan purna jual  di kantor cabang di Jabodetabek dan 10 kantor cabang di berbagai daerah. ”Strategi pemasaran kami adalah mendatangi masjid dan donatur masjid, memperkenalkan brankas Aslam yang kotak amal yang anti pencurian,” ujar Achmad.

Indolok meluncurkan teknologi kotak amal yang aman dari tindak kriminal pencurian yang marak terjadi di rumah-rumah ibadah. Mengantisipasi tingginya angka pembobolan kotak infak baik yang terjadi di masjid maupun rumah ibadah lainnya, membuat perusahaan pemegang lisensi Gunnebo ini merilis Aslam Safes yang dirancang secara detil untuk melindungi sedekah maupun infak masyarakat agar aman dari upaya pembobolan. Dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan, brankas ini diyakini mampu menjadi salah satu indikator keseriusan manajemen rumah ibadah dalam menjaga amanah dari jamaah.

Eky Mery, Marketing & Communication Senior Manager, menyampaikan brankas Aslam Safes dirancang berdasarkan berbagai pengalaman kasus pencurian yang terjadi di berbagai rumah ibadah di seluruh Indonesia. Modus tersebut mulai dari pencongkelan, pembongkaran kunci, pengangkatan brankas, hingga “memancing” uang keluar.

Pencurian kotak amal sampai saat ini pun masih sering terjadi. Uniknya, kalau dulu dilakukan sendiri, sekarang malah berkelompok. Contohnya di desa Banjarejo, Malang, satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak bekerjasama mencuri kotak infak di masjid. “Salah satu masjid di kawasan Kramat Sentiong kehilangan brankas yang berisi uang Rp 20 juta. Dan dari sisi metode juga bervariasi. Pencurian di masjid daerah Petukangan Utara misalnya, menggunakan cara dengan membongkar kunci brankas,” tuturnya.

Aslam diproduksi sebagai alat proteksi uang masyakat yang dititipkan di rumah-rumah ibadah. Brankas ini memiliki slot di bagian atas sehingga terlindung dari pencurian dan juga brankas tertanam di lantai. “Adanya lubang angkur membuat brankas sulit diangkat. Ini untuk mengantisipasi pencuri yang langsung mengambil kotak infak tanpa membobolnya terlebih dulu,” ujar Eky. Selain itu, Aslam Safes juga dilengkapi dengan pelat “anti pancing” yang bergerigi sehingga uang tidak bisa ditarik keluar dengan tali. Ditambah lagi adanya dua pelat penutup di bawah slot sehingga uang aman dari upaya pencurian. Dengan berat 75 kilo, brankas ini diklaim Indolok sulit dibongkar.

Saat ini Aslam Safes telah dipercaya dan resmi digunakan oleh Masjid Istiqlal Jakarta. Tingginya angka jamaah serta besarnya infak yang diterima oleh masjid mendorong pihak pengurus untuk lebih serius menjaga dana tersebut dengan menggunakan lemari besi proteksi yang dirancang secara professional.  “Kami meyakini bahwa Masjid Istiqlal, sebagai salah satu masjid terbesar di Indonesia dan menjadi barometer di seluruh nusantara, akan menjadi contoh positif mengenai keseriusan pengurus dalam mengelola donasi jamaah. Dan sebagai perusahaan teknologi, kami berkomitmen mengawal dan membantu pihak masjid untuk terus menjaga uang masyarakat dengan memproduksi Aslam Safes,” ia menjabarkan. Indolok Bakti Utama berdiri sejak 1972, dikenal sebagai pelopor teknologi dan solusi keamanan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)