Indonesia Fashion Week, Pintu Gerbang Desainer ke Mancanegara

Indonesia mempunyai potensi kekayaan tekstil nusantara yang luar biasa. Dengan desain yang kreatif dan merek yang inovatif, bukan tidak mungkin tekstil khas Indonesia bisa unjuk gigi di dunia fesyen internasional.

Sebagai upaya untuk memperkenalkan kekhasan tekstil asal Indonesia, Indonesia Fashion Week (IFW) kembali digelar. Rencananya acara ini akan bertempat di Balai Sidang Jakarta, pada 14-17 Februari mendatang.

Adapun tema yang diangkat kali ini adalah “Inspiring Indonesia.” Dengan tema tersebut, IFW kali ini akan menampilkan potensi kekayaan tekstil nusantara sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang majemuk.

“IFW merupakan ajang penting bagi para desainer Indonesia untuk menampilkan produk-produk fesyen terbaik dengan standar internasional, dan sesuai dengan selera pasar, serta memiliki ciri khas kearifan lokal,” ujar Gunaryo, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, dalam siaran pers.

Potensi industri fesyen di Indonesia untuk berkembang cukup besar. Ini ditunjukkan melalui data Badan Pusat Statistik (BPS), di mana selama periode tahun 2007 sampai 2011, ekspor fesyen Indonesia mengalami tren positif sebesar 12,4%. Negara yang menjadi tujuan ekspor utama adalah Amerika Serikat, Singapura, Jerman, Hong Kong, dan Australia. Data terbaru, yakni, selama Januari-Oktober 2012, data ekspor fesyen mencapai US$ 11,64 miliar. Angka itu naik 1,76% dibandingkan nilai ekspor periode sebelumnya.

Kendati begitu, industri fesyen di Tanah Air masih menghadapi sejumlah hambatan. Pertama, para pelaku mode Indonesia masih belum menyadari pentingnya inovasi yang berbasis budaya lokal. Kedua,  peranan branding dalam membangun daya saing produk fesyen. Ketiga, tantangan dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup.

Untuk itu, Kementerian Perdagangan akan berupaya semaksimal mungkin mendukung pengembangan fesyen Indonesia. Kementerian akan fokus pada bidang pemasaran dan distribusi produk-produk fesyen agar dapat menguasai pasar lokal, regional, dan mancanegara.

“Sejalan dengan itu, Kemendag mengupayakan berbagai program dan kebijakan, antara lain pengembangan produk berstandar internasional, pengembangan promosi produk yang efektif dan efisien, serta pengembangan sumber daya manusia dengan memanfaatkan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI),” lanjut Gunaryo.

Selain itu, pemerintah pun akan mendukung keberadaan desainer lokal dengan penyelenggaraan IFW. Melalui IFW, para desainer Indonesia diharapkan bisa melangkah lebih maju untuk menjadi bagian penting dalam pengembangan mode dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat inspirasi desain fesyen dunia.

Ajang ini juga bisa menjadi alternatif untuk membuka jalur distribusi melalui kegiatan pertemuan bisnis antara desainer atau pelaku industri dengan investor atau pembeli luar negeri. Ke depan, IFW diharapkan dapat menjadi ajang promosi fesyen internasional yang bersifat business to business. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)