Indonesia Punya Potensi Jadi Tujuan Pengobatan Estetika

swam

Terkait sosialisasi menuju Internasional SWAM-Anti Aging Exhibition  pada 2-4 Desember 2016 mendatang di ICE-BSD City, Tangerang, akan dipaparkan tentang potensi Indonesia di industri kesehatan.

Indonesia bisa menjadi kiblat industri kesehatan dunia, menurut dr. TeguhTanuwidjaja, Ketua Pelaksana SWAM. Pada acara SWAM, International Medical Conference (IMC) bahkan sudah meminta logo-logo mereka dipasang di media iklan SWAM. Padahal IMC merupakan agenda besar dunia di industri kesehatan. “SWAM sudah dimasukkan dalam agenda dokter-dokter internasional, seperti Korea dan Perancis, yang dikenal sebagai negara pusat medis anti aging dan kecantikan,” imbuhnya.

International SWAM–Anti Aging Exhibition 2016 ini merupakan yang ke-7. Pada tahun sebelumnya diadakan di JHCC-Senayan, karena pesertanya meningkat, diperlukan tempat lebih luas, maka itu dipilih lokasi di ICE-BSD. “Bisa dibilang event ini yang pertama dan terbesar di dunia, pameran khusus medis estetika dan anti aging. Setidaknya ada 2.000 dokter sudah konfirmasi  akan datang,” tegasnya. Bagaimana tidak, ada 300 perusahaan yang akan berpartisipasi dan ditargetkan 10 ribu pengunjung meramaikan acara ini.

Darmawan Prasodjo, Deputi 1 Bidang Pengelolaan dan Pengendalian Program Prioritas Nasional, Kantor Staf Presiden RI, mengatakan, tantangan industri kesehatan kita adalah kepercayaan. Untuk itu , harus dibangun industri yang mendukung dengan sosialisasi yang lebih kuat secara bersama dengan berbagai stakeholders. “Industri ini unik, kerahasiaan klien harus terjaga, tapi disisi lain pemasaran tidak bisa sembarangan,” ujarnya. Dengan diselenggarakannya acara internasional ini, Darmawan berharap masyarakat tidak lagi ke luar negeri untuk mendapat layanan medis estetika dan anti aging.

Dadang Rizki Rahman, Deputi Pengembangan Destinasi dan Pariwisata, Kementerian Pariwisata, melihat dari sisi potensi pariwisatanya. Menurutnya, target Indonesia pada 2019 diharapkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) bisa mencapai 20 juta orang. Tahun ini sudah mencapai 10 juta orang wisman, artinya potensi-potensi lain untuk mendorong peningkatan jumlah wisman pun digali. Ia menyebut saat ini kontribusi penarik wisman terbesar dari sektor wisata budaya sebesar 60 persen disusul wisata alam 35 persen dan 5 persen dari wisata budaya.

“Kesehatan yang di dalamnya termasuk estetika medis dan anti aging masuk dalam wisata budaya, baru 10 persen kontribusinya dari 60 persen itu dalam mendorong menarik wisman. Jadi masih besar potensinya untuk dibesarkan,” ujar Dadang. Ia berharap kepada PT Perdesti global Medicom itu sebagai penyelenggara perhelatan internasional dapat sukses menyenggarakan acara ini, karena ini bisa meningkatkan wisman dari sektor kesehatan. Terlebih ini merupakan pameran internasional bukan saja bidang anti aging – estetika, tapi juga klinik kecantikan dan kesehatan, pemilik salon dan spa, serta produsen produk alat kecantikan.

Menyambut pernyataan Dadang, dr. Teguh mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan sebuah resort anti aging di Indonesia tepatnya di Laki Island, Kepulauan Seribu. “Di sana, mereka yang ingin mendapat perawatan anti aging dan estetika, bisa di manaj gaya hidupnya selama seminggu,” ujarnya. Diharapkan resort tersebut segera selesai, sehingga harapan Kemenpar bisa terwujud, bidang kesehatan utamanya di estetika dan anti aging, dapat berkontribusi meningkatkan wisman.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)