Inovasi Bikin Polymindo Makin Bertaji

Dari hanya sebagai supplier material rotan sintetis dengan merek Virofiber, PT Polymindo Permata kini sudah bisa menawarkan produk jadi dengan merek Virobuild. Lini bisnis baru ini mampu memberi kontribusi pendapatan hampir 50%. Krisis 2008 telah membuka mata perseroan untuk berinovasi, demi mencari dan membuka pasar baru.

“Inovasi Virobuild dimulai sejak tahun 2008. Sejak 1998, kami membuat fiber sintetis. Kami tidak membuat produk dalam bentuk jadi. Sehingga, harus diolah lagi jika ingin digunakan. Krisis tahun 2008 memacu kami untuk membuat sesuatu yang baru dan melihat market mana yang bisa dimasuki,” kata Executive Vice President PT Polymindo Permata, Johan Yang kepada SWA.

Nama Viro sendiri diambil dari kata environment (lingkungan). Perseroan sudah sejak lama berkomitmen menciptakan produk yang ramah lingkungan, awet, dan tidak menggunakan bahan material beracun. Bahkan, ada juga produk yang punya kelebihan yakni tahan api meskipun tak menggunakan logam berat. Virobuild racikan perseroan pun laris manis untuk bahan material, khususnya untuk tropical resort.

“Kami fokus hal-hal yang terkait dengan lingkungan saat berinovasi. Kami tetap memakai material platik tapi fokus yang jenis polyetilen dan polypropylene. Kami tidak mengolah PVC. Kami juga membuat bahan yang tahan lama dan durable. Jadi bisa dipakai berulang kali dan bertahun-tahun, bisa sampai 20 tahun dalam building material,” ujarnya.

Untuk mendongrak penjualan, lanjut Johan, perseroan meningkatkan keindahan bahan serta meningkatkan kualitas bahan materialnya. Misalnya, produk atap rumbia memadukan material modern yang dianyam secara tradisional. Keunikan inilah yang akhirnya dijual dan mendapat respon positif.

Tim Viro PT Polymindo (kanan ke kiri) Johan, Junus Sumardi, Adhi Susanto dan Fery, Peserta Primaniyarta Tim Viro PT Polymindo (kanan ke kiri) Johan Yang, Junus Sumardi, Adhi Susanto dan Fery, Peserta Primaniyarta

Upgrading tak hanya dari segi estetikanya, tapi juga materialnya. Dari yang awalnya non-fire retardant, kini sudah fire retardant, yang tentunya memiliki level yang berbeda-beda. Kami juga berusaha membuat produk yang real otentik dengan yang ada,” katanya.

Inovasi Polymindo berbuah manis. Kini mereka sudah memiliki distributor di banyak negara Eropa, Amerika Utara & Tengah, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Australia. Salah satu elemen penting dari inovasi adalah mendesain produk sesuai keinginan pasar.

“Kami mendengarkan apa yang diinginkan market di sana. Kami juga rajin mengikuti pameran, ada sekitar 12 pameran di dunia. Di sanalah kami melihat dan menjaring kemauan market,” ujarnya.

Hasilnya kemudian diberikan kepada Divisi RnD. Tim pemasaran masih menjadi ujung tombak di lapangan. Tim RnD inilah yang kemudian melakukan penelitian untuk sejumlah proyek permintaan pasar. Hingga kini, sudah lebih dari 5 ribu jenis bahan material yang tercipta, meliputi produk untuk atap, dinding, lantai, dan isi rumah.

“Tentu tak selalu penelitian RnD berhasil. Ada juga yang gagal. Tapi, resiko itu terus dimonitor. Tujuan RnD adalah membuat produk yang bermanfaat di masyarakat dan bisa dijual. Tapi, kami adalah perusahaan yang orientasinya adalah untung,” ujarnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)