Intel: Ultrabook Touch Tak Akan Geser Tablet dan Desktop

Menyempurnakan era layar sentuh, Intel mengumumkan kelahiran lebih dari 40 desain Ultrabook Touch di Indonesia. Kategori ini dibanderol dari US$ 750 hingga US$ 2.000. Bersama 100 desain Ultrabook lainnya, Intel melengkapi generasi layar sentuh tanah air pada akhir tahun ini.

David Tjahjadi (Channel Platform Manager Intel Indonesia), Santhosh Viswanathan (Chief Representative Officer Intel Indonesia) David Tjahjadi (Channel Platform Manager Intel Indonesia), Santhosh Viswanathan (Chief Representative Officer Intel Indonesia)

"Ini adalah produk terbaik di kelas PC, juga terbaik di kelas tablet," kata Santhosh Viswanathan, Chief Representative Intel Indonesia. Intel memposisikan Ultrabook Touch sebagai perangkat yang bisa menjadi tablet atau PC sesuai keinginan pengguna.

Menurut survei yang dilakukan Intel, Ultrabook Touch desain convertible merupakan kategori yang paling ditunggu 44% masyarakat gadget. Convertible adalah salah satu desain yang diunggulkan Intel dimana lid bisa diputar atau dibalik dan ditutup sedemikian rupa sehingga menyerupai tablet. Selama ini laptop umumnya masih menggunakan desain clamshell. Ultrabook Touch clamshell ini dinanti 31% responden Intel. Reporter SWA Online mewawancarai Santhosh tentang Ultrabook Touch, berikut kutipannya.

Mengapa Intel meluncurkan laptop berlayar sentuh di era tablet?

Saat ini kita sedang ada pada masa transisi layar sentuh, tapi orang masih perlu keyboard dan mouse. Untuk keperluan konsumsi seperti main game, browsing, memang lebih enak pakai tablet. Untuk kegiatan produksi, membuat presentasi, dokumen, kita masih butuh keyboard dan mouse.

Apa yang akan diunggulkan Intel dari Ultrabook Touch?

Kuncinya ada tiga: touch capability, kategori baru antara tablet dan PC, dan integrasi Windows 8. Dengan memasukkan aplikasi-aplikasi dari Microsoft dan Windows 8, kami punya kesempatan besar untuk menyajikan fitur-fitur terbaik kepada pengguna. Anda akan lihat performa yang bagus dan kapabilitas yang keren. Jadi meskipun menggunakan sistem operasi Windows 8, pengguna tetap bisa menggunakan perangkatnya yang lama termasuk printer, atau mouse.

Apakah Ultrabook Touch ini akan menggantikan tablet atau desktop?

Tentu tidak. Saya selalu katakan bahwa Ultrabook adalah komplemen. Dia tidak akan menggeser tablet maupun laptop. Ultrabook memberi lebih banyak pilihan kepada konsumen. Sekarang ini kan jamannya multi-device. Kalau mau menghubungi relasi, kita masih pakai smartphone. Untuk browsing, nonton film dalam perjalanan, tablet masih jadi pilihan. Sedangkan untuk produktifitas akan tetap pakai desktop.

Desain convertible Ultrabook Touch

Dengan kategori Touch, secara keseluruhan ada berapa banyak varian Ultrabook di Indonesia?

Third Generation Intel Core Procesor secara total ada lebih dari 140 desain, termasuk Ultrabook Touch. Belum semuanya beredar di pasar. Setelah launching Windows 8 tanggal 26 Oktober nanti mungkin akan lebih banyak produk kami masuk dan bisa ditemui di pasar. Sekitar akhir tahun baru lengkap dipasarkan oleh lebih dari 10 vendor, termasuk vendor lokal. Desainnya bervariasi. Dari Asus ada Ta Chi "Dual Screen", Lenovo Yoga "Flip Screen", Dell Duo "Fern's Wheel", dari Toshiba juga nanti ada model slider.

Berapa kisaran harga yang dibanderol?

Agak sulit menjelaskan harga ya, karena sangat bervariasi. Ultrabook sendiri sudah ada yang US$ 500. Kalau untuk Ultrabook Touch sekitar US$ 750 sampai US$ 2.000. Tapi itu juga tergantung fiturnya, desainnya. Convertible bisa jadi lebih mahal, clamshell sekitar US$ 750.

Segmen mana yang menjadi target Intel untuk Ultrabook Touch?

Ultrabook lebih diperuntukkan mereka yang mobile dan tidak mau ambil resiko dengan performa. Kami akan menyasar ke konsumen langsung, tidak hanya di Jakarta. Kami menargetkan di semua kota mengingat populasi anak muda di Indonesia ini cukup tinggi. Enterprise dan UKM juga jadi target kami. Untuk UKM lebih pada mereka yang kunci utamanya adalah mobilitas.

Desain clamshell Ultrabook Touch dari Acer

Dari sisi bisnis, apa saja kelebihan yang didapat dari Ultrabook Touch?

Yang pertama user experience. Ultrabook menawarkan performa yang handal untuk sistem operasi modern. Kemudian kompatibel, dia bisa support aplikasi dan pheriperal traditional. Kalau Anda sudah biasa dengan printer untuk Windows 7, misalnya, tidak masalah. Anda bisa menggunakannya juga untuk Windows 8, jadi Anda punya experience yang sama. Ketiga, diferensiasi keamanan dan manageabilty. Dengan "touch and type" sangat memudahkan pelaku bisnis untuk bekerja. Kemudian yang keempat lebih ke device choice, pilihannya beragam. Anda bisa merasakan experience yang sama dari platform apapun.

Siapa yang akan jadi kompetitor terbesar?

Saya rasa poinnya bukan kompetitor ya, karena Ultrabook Touch hadir sebagai komplemen. Seperti convertible, itu pilihan terbaik karena 2 devices in 1. Jadi laptop bisa, tablet juga.

Di tengah padatnya inovasi teknologi, apa strategi Intel agar Ultrabook jadi pilihan konsumen?

Ke konsumen, kami menawarkan value dari performa. Ditambah lagi kemampuan dia untuk produktifitas sekaligus entertainment.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)