Isu Digital Branding Ditonjolkan Wow Brand Festive Day ke-2

Hadirnya platform digital di tengah masyarakat Indonesia terbukti telah banyak melakukan perubahan dalam perilaku sosial manusia. Transformasi model tradisional ke ranah digital dengan masuknya pengaruh media sosial menjadi alasan utama brand menggunakan platform digital dalam aktivitas branding mereka. Dilatarbelakangi alasan itulah The 2nd Wow Brand Festive Day dilaksanakan kembali pada tahun ini. Acara ini digagas oleh MarkPlus, Inc sebagai wadah berbagi ide dan pengalaman dalam mensukseskan branding mereka di dunia digital.

Hermawan Kartajaya, Founder & Chairman MarkPlus, Inc., menjelaskan bahwa acara ini merupakan ajang berkumpulnya para brand leader untuk membahas isu-isu terbaru mengenai perkembangan branding di Indonesia. “Tahun ini kami mengangkat isu digital branding, mengacu pada konsep marketing 4.0 yang dikembangkan Philip Kotler, di mana terjadi perpindahan fokus ke ranah digital,” ujarnya.

Acara ini telah dihelat untuk kedua kalinya dan direncanakan akan dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. The 2nd WOW Brand Festive Day juga menghadirkan para pembicara yang aktif terlibat dalam aktivitas branding di Indonesia baik dalam sektor swasta maupun pemerintah. Sebut saja Iwan Setiawan, Chief Operating Officer MarkPlus, Inc; Menteri Pariwisata, Dr. Arief Yahya; Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak;Tony Keusgen, Country Director Google Indonesia; Sri Widowati, Country Director Facebook Indonesia; dan Presiden Direktur Procter&Gamble dan Dendi T Danianto, Vice President of Marketing Communication, Pertamina.

Perubahan perilaku sosial masyarakat saat ini menjadikan popularitas brand bukan lagi menjadi hal terpenting. Konsumen saat ini cenderung untuk mencari tahu mengenai sesuatu yang akan mereka beli berdasarkan survei dan rekomendasi yang mereka dapatkan dari orang-orang terdekat mereka. Keberadaan forum online juga dinilai sebagai salah satu sumber informasi penting bagi konsumen untuk menentukan pilihan produknya.

Terjadinya perubahan perilaku konsumen menyebabkan perusahaan besar harus mentransformasikan diri ke arah digitalisasi produk sebagai sebuah konsekuensi zaman, tak terkecuali Pertamina. Sebagai perusahaan besar milik pemerintah, Pertamina pun tengah berbenah dalam mentransformasikan dirinya ke dalam platform digital.

Dendi T Danianto, Vice President of Marketing Communication Pertamina, mengungkapkan, perubahan merupakan hal yang paling penting sekaligus sulit. “Tetapi, kami di Pertamina terus mengupayakan itu dengan melakukan perubahan dari bottom line. Saat ini kami berfokus pada perubahan culture dan mindset di dalam Pertamina sendiri dan tentunya dibutuhkan komitmen yang kuat dalam melakukan perubahan itu,” jelasnya.

MarkPlus, Inc juga memberikan penghargaan kepada para brand leader yang telah mampu meningkatkan awarness mereka dengan srategi penyampaian campaign yang tepat. Garuda menjadi pemenang dalam kategori Above the Line, Bright Gas untuk kategori Below the Line, sedangkan Telkomsel untuk kategori Public Relation, dan BCA untuk kategori digital.

Editor: Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Produk Hydrogin Memasuki Pasar Indonesia

Meningkatnya angka penjualan langsung di Indonesia selama tahun 2011 sampai 2014 sebesar 11,3 persen dengan nilai bisnis penjualan mencapai Rp...

Close