Jababeka Gunakan Pendekatan Budaya

Banyaknya ekspatriat yang masuk ke Indonesia membuat Jababeka terus mengambangkan wilayahnya agar nyaman untuk ditinggali. Selain melengkapi dengan berbagai macam fasilitas, mendekatkan diri dengan kota terintegrasi, Jababeka juga melakukan pendekatan dari segi budaya. Salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah Jepang. Bagi Jababeka, penyelenggaraan festival Momiji Matsuri 2015 di Kota Jababeka selaras dengan visi KAJI untuk menumbuhkan suasana “Little Tokyo” di Kota Jababeka. Karena banyaknya pelaku usaha dan komunitas asal Jepang yang tersebar di Cikarang, Jababeka pun merencanakan pengembangan kawasan hunian dan usaha yang memakai tema-tema Jepang. Perlahan rencana tersebut mulai terwujud, dengan telah beroperasinya Momiji Restaurant, restoran yang menyajikan masakan otentik asal Jepang. Inilah yang menjadi penanda bahwa Kota Jababeka semakin layak untuk disebut sebagai kota mandiri yang Multikultur.

momiji matsuri 2015 jababeka (1)

Direktur PT Jababeka Tbk, Sutedja Sidarta Darmono, mengatakan dengan adanya festival Momiji Matsuri 2015, pihaknya berharap kawasan terpadu Kota Jababeka dapat semakin menarik minat para investor.

“Kami berharap dengan diadakannya festival Momiji Matsuri 2015 di Kota Jababeka, komunitas Jepang di Cikarang , serta dapat sedikit mengobati rasa rindu terhadap tanah airnya. Sedang bagi masyarakat Indonesia, mereka dapat merasakan keragaman kebudayaan yang ada di Kota Jababeka dan Cikarang. Sasaran kami, festival Momiji Matsuri menjadi pemicu bahwa acara kebudayaan serupa dalam skala kecil maupun besar dapat diadakan di Kota Jababeka dan menarik perhatian investor baik local maupun asing untuk dapat semakin mengembangkan kawasan Jababeka ini,” ujar Sutedja.

Dalam melakukan perbaikan serta pemenuhan kualitas hidup penduduknya, Jababeka rasanya memang tidak main main. Seperti salah satu kawasannya yakni Senior Living @D’Khayanga, beroprasi sesuai dengan standar pelayanan Jepang. Senior Living ini juga lengkap dengan fasilitas olahraga, kesenian, serta rekreasi bagi paralansia. Para lansia di Senior Living D’Khayangan mendapat pendampingan dari dokter, perawat, caregiver, instruktur, psikolog, serta ahli nutrisi untuk setiap kegiatan di mana mereka terlibat.

“Peningkatan kualitas kehidupan menjadi perhatian utama Jababeka dalam mengembangkan produk-produk dan jasa untuk pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Dalam membangun Kota Jababeka di Cikarang, Jababeka mengadopsi konsep smart city. Beberapa indicator konsep smart city telah diimplementasikan di Kota Jababeka,” tambah Sutedja

Saat ini di Kota Jababeka terdapat 1,2 juta penduduk dan 15.000 ekspatriat. Kawasan ini juga dilengkapi dengan fasilitas pengolahan air bersih dan air limbah, beragam property hunian dan komersil, fasilitas rekreasi seperti padang golf dan perhotelan, fasilitas pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, jaringan transportasi publik yang menghubungkan antar fasilitas, serta fiber optic untuk mendukung pelayanan public pada bidang teknologi informasi.

Pengembangan utama perusahaan adalah Kota Jababeka, 30km dari kota Jakarta, denganbentangkota terintegrasi mencakup lebih dari 5.600 hektar.Kota Jababeka juga tempat berlokasi bagi lebih dari 1.650 perusahaan lokal dan multinasional lebihdari 30 negara (antara lain Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Belanda) yang mempekerjakan 1 juta pekerja lokal dan asing.

“Saat ini, struktur bisnis perusahaan dapat dibagi menjadi 3 pilar utamayaitu: pengembangan lahan, pembangunan infrastruktur, dan manajemen properti perhotelan (leisure). Segmen ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kota-kota modern dan menjadi kunci keberhasilan dalam merealisasikan visi perusahaan dalam menciptakan kota-kota di Indonesia,” tutup Sutedja. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)