Jasa Penyewaan Helikopter Krisis Pilot, Apa Penyebabnya?

Denon Prawiraatmadja, CEO Whitesky Aviation berjabat tangan dengan Scott C. Donelly CEO Textron Inc. Denon Prawiraatmadja, CEO Whitesky Aviation berjabat tangan dengan Scott C. Donelly CEO Textron Inc. Bagi pemain jasa transportasi helikopter, memiliki armada saja tidak cukup. Butuh tenaga ahli yang mampu menerbangkan dan mendaratkan helicopter diberbagai tempat yang menantang. Seperti di atas gedung, pegunungan hingga pendaratan saat evakuasi korban di tempat tinggi.

Berbeda dengan pilot pesawat terbang komersil pada umumnya yang sudah menggunakan auto pilot, menerbangkan Helikopter butuh skill khusus. Sebab, semua alat penggeraknya menggunakan motorik dan itu butuh pelatihan tingkat advance.

“Di Indonesia, jumlah pilot helikopter sangat terbatas, sekitar 260. Idealnya jumlah pilot lebih banyak 2 kali lilat dari jumlah helikopter nya,” jelas Denon Prawiraatmadja, CEO Whitesky Aviation saat penandatanganan pembelian Helicopter dengan perusahaan Bell Helicopter (afiliasi dari Textron Inc) di Jakarta, (4/4).

Denon melanjutkan, untuk mengatasi hal tersebut pihaknya tengah menyiapkan Pilot Training School. Sebab, pelatihan pilot helicopter di Indonesia sudah vakum sejak 20 tahun yang lalu dan baru kembali digerakan dalam dua tahun terakhir.

“Saat ini, pilot helikopter berasal dari mantan TNI. Beruntung ada mereka yang pernah merasakan pelatihan menerbangkan pesawat sebelumnya. Namun, ke depannya perlu dirumuskan kurikulim khusus penerbangan helikopter,”lanjut Denon.

Selain pilot diakui Denon, kendala lain bagi pelaku bisnis jasa penyewaan helikopter adalah soal landing. Di negara-negara maju helikopter sudah menjadi transportasi umum. Namun, belum di Indonesia.

Maka, banyak gedung bertingkat di Jakarta , khususnya yang lebih memilih atap gedungnya dipakai untuk pemancar dari pada untuk landasan helikopter. Untuk itu perlu ada regulasi yang jelas dari pemerintah mengenai fungai atap gedung bertingkat tersebut.

Sebagai perusahaan aviasi nasional yang fokus pada lini bisnis pesawat charter. Saat ini Whitesky Aviation mengoperasikan enam armada helikopter (tiga Bell 429 dan tiga Bell 407),serta tengah memperluas jangkauan layanannya di Indonesia, dengan basis operasi: Jakarta dan sekitarnya, Bandung , Kalimantan, Sulawesi, Bali, serta Papua.

Lewat penandatanganan Letter of Intent (LOI) untuk pembelian tiga puluh unit helikopter Bell 505 Jet Ranger X dengan Bell Helicopter. Rencananya, Whitesky akan menggunakan armada helikopter ini untuk layanan air taxi dan air ambulance diseluruh Indonesia.

“Helikopter ini mampu terbang dengan kecepatan 125 knots setara dengan 232 km/jam, jarak jangkau 667 km, serta daya angkut hingga 608 kg, sehingga biaya operasionalnya sangat efisien. Perlengkapan navigasinya dilengkapi Garmin G1000H Integrated Avionics Suite yang membantu pilot memberikan panduan secara maksimal ketika penerbangan dan juga disaat-saat penting. Juga ditambah dengan performa mesin Turbomeca Arrius 2R dengan sistem Full Authority Digital Engine Control (FADEC),” jelas Scott C. Donelly sebagai CEO Textron Inc. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)