Jember Fashion Carnaval, Bawa Jember Mendunia

Indonesia lebih kesohor dengan keindahan alam Bali. Daerah lain seperti Jember, tak banyak diketahui pelancong asing. Namun, kini masyarakat Jember bisa menepuk dada. Jember telah mendunia berkat gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC). Event karnaval busana ini digelar setiap tahun dengan titik awal di Gedung Kabupaten hingga Gelanggang Olahraga (GOR) Jember.

Penggagasnya, Dynand Fariz pantas bangga. JFC kini ada di nomor empat karnaval terbesar di dunia dan wajib didatangi fotografer profesional. Tahun lalu pesertanya mencapai 1.350 orang sementara penontonnya mencapai 500 ribu orang. Luar biasa bukan! “Mereka kebanyakan berasal dari luar kota, bahkan ada juga wisatawan mancanegara,” ujar Presiden JFC ini.

Ide awal gelaran JFC ini bermula dari maraknya grup Reyog Ponorogo yang memadati jalan protokol saat arak-arakan budaya Hari Ulang Tahun Kota Jember maupun perayaan Hari Kemerdekaan RI yang selalu menarik perhatian warga setiap tahunnya.

Saat pertama kali digelar pada 2001, konsep JFC tak jauh berbeda dengan arak-arakan sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, desain kostum pun beragam. Itulah kenapa ribuan fotografer seluruh dunia berebut mendaftar setiap kali JFC akan digelar.

“Tingkat imajinasi dan kreativitasnya sudah gila-gilaan di JFC. Parade Jember ini sudah setara dengan Karnaval Mardi Grass, Karnaval di Rio de Jeneiro, Karnaval Santa Cruz de Tenerife, Karnaval Berlin, Karnaval Nice di Perancis dan Karnaval di Venesia,” katanya.

Salah satu peserta Jember Fashion Festival 2012. (IST) Salah satu peserta Jember Fashion Festival 2012. (IST)

Keramaian JFC menjadi berkah bagi masyarakat setempat. Ratusan pedagang makanan dan minuman menjamur. Rakyat kecil sekelas tukang becak pun merasakan kebahagiaan serupa saat melihat parade ini. Untuk wisatawan yang datang namun tidak tertampung menginap di Jember, akhirnya memilih menginap di kota terdekat.

“Saya tak menyangka gelaran JFC akan sukses besar. JFC itu besar karena didukung oleh komunitas, media, dan fotografer. Kami bersyukur media bersedia datang ke Jember, tanpa ada fee,” katanya.

Dynand kini siap menyuguhkan sesuatu yang berbeda pada gelaran JFC tahun ini. Ia menargetkan JFC menjadi kiblat karnaval di Indonesia, bahkan dunia. Ia mengharapkan parade yang ke-14 yang akan digelar pada 26-30 Agustus mendatang dapat disiarkan ke seluruh penjuru dunia seperti halnya Karnaval Rio De Janeiro.

Ia juga tengah menyiapkan parade terbaik pada gelaran ke-100. Pesertanya adalah defile terbaik di setiap 10 tahunnya. Dirinya tengah menyiapkan tim kreatif yang bertugas menyiapkan semuanya. Ke depan, ia berharap Jember yang slogan pariwisatanya adalah Kota Karnaval, dinobatkan sebagai Kota Karnaval Sedunia.

“Dengan begitu, pusat seni, budaya, dan kreativitas dunia akan mengarah ke Jember. Kami ingin Jember seperti Milan sebagai Kota Mode di Italia,” katanya. Semoga harapan Dynand segera terkabul. (Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)