Jeunesse Targetkan Pertumbuhan Penjualan 50%

Perusahaan yang didirikan oleh Randy Ray dan Wendy Lewis, Jeunesse, sudah hadir di Indonesia sejak 2009 melalui Rajawali Pembaharuan sebagai distributor. Namun, melihat bisnis Jeunesse di Indonesia yang semakin berkembang besar, sejak 4 tahun lalu Jeunesse masuk ke Indonesia melalui PT Jeunesse Global. Perusahaan direct selling (Multi Level Marketing) ini berfokus kepada produk perwataan kulit wajah dan suplemen. Cara penjualan direct selling dipilih karena produk yang ditawarkan oleh Jeunesse bukanlah produk biasa sehingga konsumen perlu penjelasan terlebih dahulu. Produk Jeunesse bisa dibeli melalui mitra Jeunesse yang kini mencapai 100.000 orang atau bisa juga datang langsung ke kantor Jeunesse di APL Tower, Jakarta Barat.

Tidak semua produk Jeunesse yang diproduksi di Amerika dipasarkan di Indonesia. Saat ini, baru 3 produk Jeunesse yang dipasarkan di Indonesia yaitu food suplement, seri Luminesce, dan Jeunesse IA (instant ageless). Di Amerika Serikat sendiri, produk Jeunesse sudah dikembangkan ke minuman sehat berenergi. “Semua produk Jeunesse sudah mengantongi izin dari BPOM jadi konsumen tidak perlu khawatir. Bulan Maret ini, akan ada produk baru dari seri Luminesce yaitu produk brightening. Orang Indonesia meski sudah putih tapi mereka ingin lebih putih lagi. Produk yang baru nanti bukan hanya memutihkan tapi juga mencerahkan kulit wajah. Saya optimistis produk ini bisa diterima dengan baik di pasar,” ujar Hari Utomo , General Manager Jeunesse Global.

Untuk memasarkan produk Jeunesse, terutama seri Luminesce, Hari menerapkan konsep Jeunesse Experience. Konsumen dipersilahkan mencoba produk Luminesce agar mereka bisa merasakan khasiat dari produknya. Rangkaian produk Jeunesse disebut dengan Youth Enhancement System (Y.E.S) karena dikembangkan untuk menghasilkan berbagai keunggulan yang didapat dari paduan perawatan kulit dan suplemen. Y.E.S membantu konsumen hidup lebih muda dengan 8 cara: Rejuvenate, Diminish, Enhance, Energize, Defend, Restore, Balance, Clarity. “Biasanya, setelah konsumen merasakan Jeunesse Experience mereka langsung menjadi langganan dan bahkan menjadi mitra bisnis kami,” jelas Hari. Menyasar kelas menengah atas usia 30 tahun, produk Jeunesse dijual mulai dari harga Rp 650 ribu hingga Rp1,8 juta.

Secara global, pasar terbesar Jeunesse ada di negara Cina. “Pertumbuhan ekonomi di sana bagus dan pasarnya besar. Kontribusi penjualan Jeunesse di Cina bisa mencapai 50%,” ujarnya. Di Indonesia sendiri, 70% penjualan Jeunesse berasal dari penjualan supplement. Setia tahunnya, pertumbuhan penjualan Jeunesse di Indonesia bisa mencapai 50%. Tahun ini, Hari menargetkan pertumbuhan sales Jeunesse bisa tetap mencapai 50%. “Kami sangat yakin peluang bisnis ini masih besar di Indonesia. Dibandingkan produk anti aging merek lain, Jeunesse unggul karena menawarkan hasil yang instan contohnya Jeunesse IA. Sedangkan produk-produk Jeunesse lain memberikan hasil yang cepat dalam beberapa minggu. Saat ini kami masih besar di Jawa saja, tapi kedepan kami akan kembangkan di daerah-daerah lain. Daerah Medan saat ini juga mulai besar,” ujar Hari optimistis.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)