Accenture Siap Kawal Revolusi Teknologi Industri Perbankan

Di era digital yang kian berkembang dewasa ini, sudah saatnya industri perbankan di Indonesia menerapkan teknologi digital agar kinerja operasional perbankan dapat meningkat. Apalagi dengan kompetisi antar industri perbankan yang kian gencar menguatkan brand image.

Kondisi ini membutuhkan revolusi teknologi. Selain dapat menekan cost lebih rendah, belum banyak industri perbankan yang memanfaatkan fasilitas digital dengan maksimal. "Seperti penggunaan elektronic payment, pertumbuhan di Indonesia baru mencapai 25%," ujar Jonathon Allaway, Senior Managing Director Financial Services Accenture ASEAN.

Dalam kesempatan berbincang dengan awak media di kantor Accenture di Jakarta bebarapa hari yang lalu (17/6), Jonathon menjelaskan 4 teknologi digital yang sangat berpengaruh dalam industri perbankan. Keempat tipe tersebut antara lain:

Pertama, media sosial. Kesalahan fatal dari industri perbankan dengan fasilitas media sosial ini hanya dimanfaatkan sebagai ajang promo produk saja, seharusnya lewat interaksi di media sosial itu dapat menjaring kebutuhan kostumer. Kedua, mobile. Menurut Jonathon, ada 80% penduduk di Indonesia yang menggunakan mobile dan semuanya terkoneksi dengan internet.

"Artinya banyak peluang yang bisa diambil dari masyarakat Indonesia lewat ponsel pintar yang sudah menjadi bagian dari kebidupan mereka," tambah Jonathon.

Ketiga, data analysis atau intelligent information. Tanpa peran data analis tadi, fasilitas media sosial maupun mobile yang sudah diterapkan di industri perbankan tidak dapat berjalan maksimal. Fungsi data analis di antaranya dapat memanfaatkan data informasi dengan tepat yang sesuai dengan kebutuhan perusahan serta dapat memetakan peluang yang terbaik bagi kemajuan perusahaan.

Dan yang terakhir adalah cloud. Fungsi cloud antara lain dapat menghemat biaya perusahaan dan dapat dengan mudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan lintas departmen lainnya.

Sementara itu, Meliza Rusli, Managing Director Financial Services Lead Accenture Indonesia, menambahkan, untuk lama waktunya transformasi ke ranah digital perbankan sendiri sesuai dengan kesiapan masing-masing bank. Menurut Liza, seperti pengalaman transformasi dengan salah satu kliennya di India hanya membutuhkan waktu 12 minggu.

Hanya saja kendala yang masih sering terjadi dalam proses transformasi digital tadi adalah kesiapan dari teknologi yg dimiliki oleh bank itu sendiri. Biasanyan bank punya infrastruktur tradisional tersendiri. "Dengan proses digital tadi timbul pertanyaan, apakah harus menopang dengan teknologi konvensional, atau harus dipisah antara digital dan konvensional?" ucap Liza lagi.

Namun menurutnya, cara yang paling tepat dalam proses transformasi digital adalah memisahkan antara teknologi digital dan teknologi konvensional, agar kinerjanya lebih efektif. Diakui oleh Jonathon dan Liza, dari Accenture sendiri menyediakan empat tipe teknologi digital dan masing-masing tipe saling mendukung dan menguatkan.

"Yang kami tawarkan adakah ke empat tipe teknologi digital tadi. Tidak condong pada salah satunya, karena ke empat tipe tadi saling mendukung satu sama lain. Tergantung dari kebutuhan kliennya," ucap Jonathan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)