J&T Express, Bertumpu pada Efisiensi dan Inovasi

Robin Lo, CEO J&T Express.
Robin Lo, CEO J&T Express.

Di tengah masa pandemi tahun 2021, setidaknya ada dua layanan baru yang diluncurkan J&T Express. Pada April 2021, perusahaan logistik ini meluncurkan J&T Super. Sebuah layanan premium pengiriman antarkota dengan service level agreement (SLA) yang lebih cepat, harga kompetitif, dan keamanan pengiriman yang lebih efesien. J&T menerapkan garansi tanpa biaya tambahan, layanan proses klaim dalam 1×24 jam, dan pengembalian ongkos kirim 100% apabila pengiriman paket tidak sesuai dengan SLA pada layanan ini.

Robin Lo, CEO J&T Express, mengatakan, layanan ini mencatat pertumbuhan yang meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan saat pertama kali diluncurkan. “Dimulai dengan cakupan wilayah Jabodetabek dan diperluas secara bertahap, sekarang sudah mencakup hingga 30 kota di Indonesia,” katanya.

Kemudian pada November 2021, merilis J&T International Standard Express untuk pengiriman ke luar negeri, dari Indonesia ke Malaysia, Thailand, Singapura, dan China. Layanan ini dihadirkan sebagai strategi memperluas jangkauan dan jaringan bisnis perusahaan di masa mendatang. Hal ini juga terkait target J&T Express sebagai perusahaan pengiriman skala internasional yang fokus pada pengembangan pasar dengan ekspansi ke beberapa negara.

“Sesuai dengan posisi brand J&T Express sebagai perusahaan pengiriman berskala internasional, pengembangan pasar saat ini fokus pada pasar Asia Tenggara, China, Timur Tengah, hingga yang baru saja diluncurkan Amerika Latin. Ke depannya, diharapkan bisa memantapkan pelayanan untuk pasar global,” tutur Robin. Kedua layanan di atas, katanya, akan terus dikembangkan untuk memaksimalkan laju bisnis di tahun ini.

Selain dua diferensiasi layanan itu, J&T Express juga masih menjagokan sejumlah keunggulan yang sudah ada untuk menghadapi situasi bisnis mendatang jika pandemi Covid-19 makin terkendali. Yaitu, layanan operasional 365 hari termasuk Sabtu-Ahad atau hari libur nasional yang menjangkau semua wilayah di Indonesia, sistem pemantauan secara real tracking, dan VIP Platform untuk layanan self service para online seller.

Yang tidak kalah penting, dimilikinya mesin sortir otomatis yang mampu menyortir hingga 30 ribu paket dengan 108 destinasi per hari. Inovasi ini, kata dia, sangat efektif dari segi waktu dan meminimalisasi human error, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pengiriman yang terus meningkat.

“Kami mengutamakan pelayanan kepada pelanggan dengan efisiensi dan inovasi tersebut untuk menjawab peluang dan tantangan bisnis logistik ke depan,” kata Robin tandas.

“Kami mengutamakan pelayanan kepada pelanggan dengan efisiensi dan inovasi tersebut untuk menjawab peluang dan tantangan bisnis logistik ke depan.” Robin Lo, CEO J&T Express.

Berbagai kapabilitas itu tampaknya sudah terbukti membuat J&T mampu merengkuh pasar dalam periode belakangan. Terutama, di masa pandemi, ketika permintaan pengantaran paket meningkat lantaran perilaku masyarakat yang mulai tergantung pada transaksi online dan penyesuaian-penyesuaian terhadap tantangan bisnis logsitik, seperti keterbatasan akses dan infrastruktur ataupun jadwal penerbangan akibat pembatasan mobilitas.

Sepanjang 2021, volume pengiriman J&T tercatat mencapai 2,5 juta paket per hari, meningkat dari tahun 2020 yang sebanyak 2 juta paket per hari. Mengutip laporan lembaga riset CBInsight, valuasi perusahaan startup yang didirikan tahun 2015 oleh Jet Lee dan Tony Chen ini sudah menyentuh US$ 7,8 miliar. Artinya, sudah masuk ke level unicorn.

Sebelumnya, pada akhir 2020, perusahaan juga meluncurkan layanan J&T Eco untuk pengiriman dengan biaya lebih terjangkau. Alhasil, layanan J&T secara keseluruhan saat ini meliputi layanan J&T EZ untuk pengiriman reguler, J&T Eco untuk pengiriman ekonomis, layanan premium J&T Super, dan J&T International Standar Express.

Di luar strateginya itu, J&T Express juga diperkuat 2.500 armada operasional, 50 ribu SDM, wilayah operasi di lebih dari 4.000 titik, serta 76 pusat distribusi/gateway yang dilengkapi dengan sistem mesin sortir otomatis yang tersebar di seluruh Indonesia.

Robin menyampaikan, J&T Express akan terus memperhatikan segala hal yang bisa membantu penguatan bisnis intinya, yakni layanan last-mile delivery, baik di dalam maupun luar negeri, seiring perkembangan e-commerce dan digitalisasi di Indonesia yang memunculkan peluang bagi industri logistik. “Target tahun 2022, bisa meningkatkan pengiriman dua kali lipat dari tahun sebelumnya,” kata Robin yakin. (*)

Yosa Maulana

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)