Jurus DCI Pikat Raksasa Silicon Valley

Data Center Infrastructure  alias PT DCI Indonesia memang masih seumur jagung. Namun perusahaan pusat data ini tidak bisa disepelekan. Ia membidik perusahaan-perusahaan raksasa sosial media dan mesin pencari asal Sillicon Valley.

Sebagai pemain baru di pasar pusat data, DCI belum bisa bicara banyak soal kliennya saat ini. Meski demikian, dengan sertifikat Tier 4 yang dikantonginya, DCI berani membidik perusahaan multi-nasional. “Kami mau andalkan jaringan global Equinix,” kata Toto Sugiri, Chairman DCI. Perusahaan sosial media terbesar yang menjadikan Indonesia sebagai lima besar negara dengan akun terbanyak inilah klien Equinix yang akan dipikat DCI.

Kepercayaan diri ini bukan tanpa alasan. Tahun 1989, Toto adalah founder pionir pusat data tanah air, Sigma Cipta Caraka yang kemudian diakuisisi Telkom. Masih di bidang pusat data, Toto mendirikan IndoInternet alias Indonet pada 1995. Sekitar 4 tahun kemudian ia melahirkan Balicamp, perusahaan pengembang perangkat lunak.

“Selain pemasaran, kami bekerja sama dengan Equinix untuk standar proses operasional, termasuk training tim kami,” lanjutnya dalam diskusi terbatas dengan media, Rabu (13/2). Gedung pusat data DCI dibangun dengan infrastruktur tersertifikasi Tier 4 dari Uptime Institute.

Di level standarisasi ini, DCI menyasar segmen enterprise corporation yang sensitif dengan performa dan layanan pusat data. Selain itu uptime yang dimiliki juga mencapai 99,995% atau downtime hanya 26 menit per tahun. Infrastrukturnya pun sudah 2N+1 fully redundant dengan dua kaki.

Infrastruktur pusat data DCI pun diatur otomatis dan terintegrasi. Ketika kelembaban dan suhu rak mencapai batas tertentu, sistem secara otomatis mengirimkan pesan singkat kepada seluruh jajaran manajer DCI yang bersangkutan sebagai alarm. Untuk semua kelebihan ini, DCI mematok harga sekitar US$ 2.000 per rak per bulan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)