Jurus Indofood Membidik Anak Muda Melalui Qtela Kerupuk

 

Setelah sukses memasarkan Qtela Singkong dan Tempe, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), melalui anak usahanya PT Indofood Fritolay Makmur (IFM), mengeluarkan varian terbaru yaitu Qtela Kerupuk. Jika varian sebelumnya merangkul semua kalangan, kini varian terbaru itu membidik anak muda. Bagaimana caranya?

Qtela Kerupuk Keriting dan Udang

Kerupuk adalah makanan ringan yang sangat familiar di Indonesia. Kehadiran kerupuk telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ritual makan sehari-hari masyarakat Indonesia. Hampir setiap jenis makanan terasa lebih nikmat bila dikonsumsi bersama kerupuk. “Dari kebiasaan itu muncul ide yang menarik di mana peluang bisnisnya juga cukup besar,” ujar Sandi Wijono, Brand Manager Qtela IFM.

Indofood menciptakan dua jenis kerupuk yakni kerupuk keriting dan kerupuk udang. Kedua jenis kerupuk itu dipilih lantaran popularitasnya yang tinggi di Indonesia. “Segmen yang dituju adalah anak-anak muda yang memiliki kebiasaan kongkow-kongkow dengan komunitasnya. Masyarakat sekarang ingin segala sesuatu yang instan dan higienis, maka dari itu, Qtela Kerupuk sebagai jawabannya,” Sandi berpromosi.

Untuk distribusi pemasaran, pihaknya telah bekerjasama dengan beberapa ritel modern, convenience store dan toko tradisional, seperti : Seven Eleven, Indomart, Alfamart, D'best, Farmer, dan masih banyak lagi. Indofood juga akan menggandeng beberapa restoran dan rumah makan tradisional untuk menyukseskan program tersebut. “Sebenarnya siapa saja bisa menikmati Qtela Kerupuk, tapi anak mudalah yang menjadi incaran kita,” sambungnya.

Selain distribusi, kegiatan promosi juga ditingkatkan. Sandi mengatakan, selama ini pihaknya telah memperkenalkan Qtela Kerupuk dibeberapa media masa anak muda dan TVC. Strategi ketiga adalah mengandalkan branding melalui digital media seperti Facebook dan Twitter. “Follower kami mayoritas anak-anak muda,” katanya.

Kegiatan below the line activity (BTL) tidak luput dari strategi perusahaan. Caranya dengan menyelenggarakan permainan yang melibatkan anak muda. Strategi terakhir adalah penataan yang modern pada display penjualan serta desain kemasan yang menarik dan mengundang selera makan. Produk ini telah dipasarkan pada Agustus lalu. “Sejak diluncurkan Agustus lalu, respon pasar sangat baik bahkan melebihi ekpektasi kami,” klaim Sandi.

Qtela Kerupuk Kering dijual seharga Rp 5000 per bungkus (35 gram), sedangkan Qtela Kerupuk Udang dibanderol Rp 2.000 per bungkus (18 gram). Sayang, Sandi enggan berkomentar soal kapasitas produksi dan varian terbaru yang akan dikeluarkan ke depannya. “Kami ingin dikenal sebagai merek modern yang mengemas makanan tradisional,” ungkapnya.

Sekedar informasi, industri makanan ringan merupakan salah satu kategori dengan pertumbuhan tertinggi di Indonesia, di mana IFM berada dalam posisi penjualan yang baik. Divisi ini terdiri dari dua unit usaha : makanan ringan dan biskuit. Unit usaha makanan ringan ini dijalankan melalui perusahaan patungan di mana ICBP memiliki 51% kepemilikan saham dan sisanya dimiliki oleh Seven-Up, afiliasi dari PepsiCo.

Unit usaha makanan ringan memproduksi berbagai makanan ringan modern dan makanan ringan tradisional yang dikemas secara secara modern, termasuk keripik kentang, singkong dan tempe serta beragam extruded snack. Produk-produk yang dipasarkan dengan berbagai merek seperti Chitato, Lays,Qtela, Cheetos, Chiki, dan Jetz ini, merupakan pemimpin pasar di segmen makanan ringan modern yang bertumbuh secara pesat.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)