Jurus Jam Casio Menggeser Segmen Low End

Hiroshi Nakamura, Executive Vice President Casio (kiri) Hiroshi Nakamura, Executive Vice President Casio (kiri)

Kehadiran G-Shock di era 1990-an, mampu melambungkan nama Casio di pasar jam tangan dunia dan Indonesia. Berkat produk tersebut, Casio mampu meraih 50% pangsa pasar pada tahun 1990an. Sayangnya kepopuleran jam tangan G-Shock tak bertahan lama.

“Hal tersebut membuat kami berpikir untuk berevolusi agar bisa menciptakan jam tangan dengan kualitas baik dan lebih terspesifikasi pada berbagai target market,” jelas Hiroshi Nakamura, Executive Vice President Casio. Awalnya jam tangan Casio ditujukan untuk target pasar anak muda di era 1990-an.

Kini, variasi G-Shock mulai diperluas dan disesuikan dengan kebutuhan masing-masing target market, misalnya untuk anak muda, berbagai profesi, pecinta fesyen, dll. Olahan variasi produk G-Shock dikembangkan sejak tahun 2004 dan menghasilkan berbagai macam tipe jam tangan G-Shock yang mencapai puluhan varian.

Salah satu target pasar yang menurutnya potensial adalah para pria yang bekerja di medan berat. Seperti pilot, pecinta alam, tim SAR, dll. Kehadiran profesi ini memberikan ide baru dalam fitur jam tangan di bawah naungan Casio ini. Misalnya G-Shock GW-A110 yang memiliki fitur tahan guncangan, getaran, dan gaya sentrifugal yang ditujukan untuk pilot. Sementara G-Shock GWN-1000 ditujukan untuk orang-orang yang senang melaut dengan cuaca ekstrim. Jam tangan ini memiliki kompas, mampu menghitung tekanan/ketinggian, dan suhu.

Ada juga G-Shock GWG-1000 yang mudah digunakan saat di medan berat dan berlumpur. Jam tangan tersebut memiliki triple sensor untuk kompas, tekanan udara, suhu, anti getaran dan lumpur.  Targetnya untuk profesi lapangan di medan berat seperti polisi hutan, pemadam kebakaran, dll.

Strategi menyasar konsumen secara spesifik nyatanya mampu menaikkan penjualan Casio di seluruh dunia. Strategi ini mulai dilakukan sejak 2004 dan memberikan hasil yang signifikan.

Selain itu, strategi pemasaran juga diubah, dengan menyasar kelas menengah ke atas dan lebih modern. Hal ini dikarenakan fitur jam tangan yang lebih beragam dan berteknologi tinggi sehingga harga jam tangan ikut naik.

Bergantinya target konsumen Casio baik di Indonesia maupun di dunia, tak membuat Hiroshi takut akan kehilangan pasar. Saat pertama kali G-Shock masuk ke pasar Indonesia di tahun 1990-an, jam tangan ini dibanderol dengan harga di kisaran ratusan ribu rupiah dengan target market anak muda usia sekolah dari kelas menengah.

Produknya pun mudah ditemui di berbagai tempat yang menjual jam tangan. Kini produk G-Shock dijual dengan harga jutaan rupiah dan ditujukan untuk kalangan yang lebih luas mulai dari anak muda hingga proesional. Bergantinya target pasar G-Shock, membuat Hiroshi menggunakan strategi yang berbeda dalam memasuki persaingan pasar, salah satunya dengan masuk ke modern retail.

Di Indonesia, brand Casio  didistribusikan melalui PT Gilang Agung Persada. Ia melihat bahwa distributor khusus barang mewah ini, memiliki jejak rekam yang baik dalam menawarkan produk ke pasar kelas menengah keatas.  Kerjasama yang baru berjalan selama 3 bulan ini diharapkan bisa menaikan brand Casio pada target market baru mereka.

PT Gilang Agung Persada mendistribusikan jam tangan asal Jepang ini melalui toko –toko mereka dan membuat satu butik khusus produk Casio. Untuk semakin memudahkan konsumen, dalam satu modern retail atau mall jam tangan ini dipasarkan melalui 3 hingga 4 point of sales. Saat ini sudah ada puluhan point of sales yang tersebar di modern retail yang menawakrna produk-produk Casio. Harapannya dalam 3 hingga 4 tahun ke depan point of sales bisa mencapai 300 hingga 400.

Strategi ini juga dilakukan melihat perubahan pola konsumen di Indonesia. Saat ini konsumen Indonesia, khususnya anak muda lebih tertarik untuk berbelanja di modern retail. Selain melalui penjualan, Casio juga melakukan berbagai strategi marketing melalui media sosial seperti Facebook, iklan, dan berbagai aktivitas lainnya.

Strategi tersebut nyatanya mampu membuat Casio semakin dekat dengan target pasar mereka di Indonesia, yaitu anak muda dan kalangan profesional. Ia juga tak takut bahwa produknya akan kalah dengan smart watch yang kini mulai menjamur di kalangan anak muda. Ia menanggapi ancaman tersebut dengan menciptakan berbagai fitur baru seperti Bluetooth dan time global sync agar pengguna bisa tetap update dengan ukuran waktu yang akurat di mana pun dan kapan pun.

“Saya optimistis bahwa produk jam tangan kami akan diterima di pasar Indonesia, meskipun smart watch sedang booming, namun tidak semua orang nyaman berkomunikasi menggunakan jam tangan pintar. Selain itu, ada beberapa kekurangan pada smart watch yang bisa kami hadirkan dalam fitur terbaru produk-produk kami,” jelas Hiroshi. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)