Jurus LTC Glodok Bertahan di Era E-Commerce

Berbagai pemberitaan di media massa belakangan ini kerap menyiarkan sepinya mal-mal di Jakarta. Namun ternyata, hal itu tidak berlaku untuk Lindeteves Trade Center atau yang biasa disingkat LTC Glodok. Pusat perniagaan besutan Agung Podomoro Group yang mengkhususkan diri pada penjualan produk industrial itu memang nampak terus diramaikan oleh pengunjung yang kebanyakan berasal dari segmen industri dan juga para pedagang.

 

Salah satu sebab mal yang mulai beroperasi pada Februari 2006 itu terus diramaikan pembeli disinyalir berkat pilihan produknya. Memang, mal yang beralamat di Jl. Hayam Wuruk 127 Jakarta Barat itu selama ini fokus bergerak di bidang penjualan alat – alat teknik, tools, listrik, elektronika, keamanan dan lain sebagainya. “LTC Glodok sudah dipersepsi sebagai satu-satunya kawasan belanja tools yang lengkap dan berkualitas,” kata Hendrie Trie Asmono, Manajer Promosi dan Periklanan LTC Glodok dalam siaran pers yang diterima redaksi SWA hari ini (10/9).

Suasana perdagangan di LTC Glodok.

 

 

Alex Suharly, Pengawas Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) LTC Glodok turut menerangkan, salah satu keunggulan LTC Glodok lantaran konsep pusat belanja dan hiburan satu tempat yang diterapkannya. Memang, tidak seperti mal pada umumnya, sejak awal berdiri LTC Glodok telah dilengkapi dengan hotel, restoran, karaoke, dan ballroom.

 

Selain itu, LTC Glodok juga dilengkapi dengan fasilitas lengkap yang nyaman dan modern, baik untuk pengunjung maupun pedagang seperti, AC, toilet yang bersih, eskalator yang berfungsi baik, lift pengunjung dan barang, mushola, pusat makanan dan parkir yang luas dan lain sebagainya.

 

Kombinasi berbagai fasilitas itu rupanya efektif menjaring pengunjung. Alex menjelaskan, saat ini rata-rata pengunjung LTC Glodok mencapai lebih dari 50 ribu orang per hari. “Saya kira dengan adanya hotel, restoran, karaoke dan ballrom semakin membuat pengunjung nyaman dan bisa one way ke lokasi belanja tanpa harus ketakutan oleh waktu dan padatnya lalu lintas, terutama konsumen dari luar Jakarta yang menginap di hotel,” jelas Alex yang juga memiliki sejumlah toko di LTC Glodok.

 

Alex menambahkan saat ini LTC Glodok memiliki kurang lebih 3 ribu kios dengan jumlah pedagang mencapai ribuan. Jika diakumulasi dalam setahun, maka total transaksi di LTC Glodok diperkirakan Alex dapat menembus angka triliunan rupiah. Sebuah pencapaian yang tak mengherankan lantaran LTC Glodok melayani pembelian mulai dari eceran hingga partai besar. “Occupancy sudah 100 persen. Kalaupun ada kios yang kosong itu dipakai untuk gudang mereka," terang Alex.

 

Era digital yang saat ini turut menyerbu perniagaan di berbagai lini pun tak menyorotkan pamor LTC Glodok. Pasalnya, berbagai alat teknik yang dijual banyak yang masih harus dites dan dibandingkan langsung oleh calon pembeli seperti kompresor, generator set, alat sensor, alat keamanan dan lain sebagainya. “Dilihat dari produknya, penjualan online kebanyakan dilakukan untuk produk-produk kecil seperti peralatan safety, harness tools, tapi untuk mesin-mesin besar masih jarang dilakukan. Apalagi beberapa alat masih membutuhkan penjelasan cara penggunaan yang detil, sehingga mengharuskan pembeli datang ke toko,” jelas Alex.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)