Kabut Asap di Timika Rugikan Garuda

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia sudah dua kali membatalkan penerbangan akibat kabut asap di Timika. "Sudah sejak Minggu kami 2 kali membatalkan penerbangan," ujar juru bicara Garuda, Benny Butar Butar via telepon.

Benny mengatakan jarak pandang di Timika sudah 150-200 meter sehingga sulit melakukan penerbangan. Jarak pandang aman untuk melakukan pendaratan adalah 1.000 meter. Manajemen Garuda mengaku belum menghitung jumlah kerugian yang diterima Garuda selama pembatalan ini.

GFFwebspendmilesflygarudaindonesia

Sebelumnya, prakirawan pada Stasiun Meteorologi Kelas III Timika, Ardy Onda Ndaya Sipatu, mengatakan, sesuai dengan pantauan satelit Terra & Aqua, ditemukan 142 titik api (hot spot) di wilayah Merauke dan sekitarnya hingga memicu kabut asap pekat di wilayah selatan Papua.

“Sesuai dengan pantauan data satelit yang terbaru, terdapat 142 titik api yang tersebar di wilayah Merauke, Pulau Yos Sudarso, hingga Kabupaten Mappi. Jumlah titik api semakin meningkat dibanding hari sebelumnya yang tercatat mencapai 131,” katanya di Timika, Sabtu, 17 Oktober 2015.

Dengan kondisi seperti itu, kata dia, beberapa daerah di wilayah selatan Papua, seperti Kabupaten Asmat, Mimika, Kaimana, dan perairan Arafura, serta Kepulauan Aru Provinsi Maluku terkena dampak kabut asap kiriman dari Merauke dan sekitarnya.

Sejak Kamis, 15 Oktober 2015, semua aktivitas penerbangan di Bandara Moses Kilangin Timika, terutama pesawat-pesawat berbadan lebar, seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Airfast Indonesia, terpaksa dibatalkan.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)