Kampanye Alamiah Merek-merek di Media Sosial

Anda tahu Apple, Starbucks, Dell atau Levis? Selain dikenal sebagai merek besar, merek-merek tersebut juga dianggap sebagai merek yang paling banyak dibicarakan di media sosial. Popularitas itu didapat bukan dari meniup isu, tapi justru terjadi secara alamiah. Mengapa?

Nukman Lutfhie, pendiri Virtual Consulting, menjelaskan, ada beberapa merek asing yang populer karena proses alamiah. Merek tersebut besar karena penggemar fanatik yang terbiasa membicarakan merek yang mereka suka di media sosial. Apple misalnya, sebelum seri iPhone 4S diluncurkan, jutaan kicauan dan komentar membanjiri Twitter dan Facebook. Dan, sebelum iPhone 5 direncanakan untuk dibuat, penggemar sudah lebih dulu melambungkan merek tersebut. “Ada beberapa merek yang besar atau terkenal karena meniup isu atau sengaja dibesar-besarkan dari strategi yang telah dirancang perusahaan. Tapi tidak dengan merek-merek besar tersebut,” katanya.

Selain merek global, ia menilai, Pocari Sweat dan Nutrisari sebagai salah satu merek yang berhasil masuk dalam kategori merek populer secara alamiah. Merek tersebut dianggap mampu menjaga citranya di media sosial dengan cara menyebarkan informasi, tips, pesan semangat untuk beraktifitas.

Proses alamaiah tersebut, menurut Nukman, sangat menguntungkan pihak pemegang merek. Misalnya, pemegang merek tidak perlu mengeluarkan dana ekstra untuk kampanye atau promosi produk terbaru. Namun begitu, penggemar fanatik juga bisa menjadi boomerang, jika tidak diimbangi dengan kualitas layanan dan produk yang diharapkan. “Penyebaran isu melalui media sosial terjadi sangat cepat. Pemegang merek harus berhati-hati mengelola mereknya di media virtual tersebut, termasuk merek-merek yang dianggap populer secara alamiah,” Nukman menambahkan.

Untuk menangkal isu negatif, ia menghimbau, pemegang merek mesti menempatkan tim admin yang kompeten, yang peka terhadap isu-isu ketika mereknya sedang diperbincangkan, serta responsif dalam memberikan solusi dan tanggapan.

“Pengguna Twitter di Indonesia cukup besar yakni sekitar 8 juta orang. Indonesia menyumbangkan 15% pengguna Twitter dunia. Makanya setiap ada kejadian apapun, obrolan Twitter Indonesia selalu menjadi trending topic,” paparnya. (Ario Fajar/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)