Kampanye SMEC #CekMataYuk Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mata

Mata adalah jendela dunia. Tanpa mata yang sehat, tak akan bisa menikmati indahnya dunia.  Maka itu pentingnya menjaga kesehatan mata menjadi keutamaan melalui pemeriksaan rutin. SMEC, klinik spesialis mata yang baru membuka cabangnya di Jakarta pada Februari tahun ini meluncurkan kampanye #CekMataYuk. Program ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan mata sejak dini bagi masyarakat Jakarta.

MataSMEC

Dr. Imsyah Satari, SpM, CEO dan salah satu pendiri SMEC Group, menuturkan kehidupan modern masyarakat saat ini yang dekat dengan berbagai gadget membuat mata cepat lelah dan ini membahayakan.  Dan kesadaran pemeriksaan mata rutin sangat rendah.  Untuk itulah kamapnye #CekMataYuk diluncurkan yang bertepatan dengan World Sight Day yang jatuh pada bulan Oktober.  Sebagai upaya mencegah peningkatan angka kebutaan pada masyarakat.

“Untuk memperingati World Sight Day, kami membagikan 5.000 balon kepada warga Jakarta di Car Free Day 12 Oktober lalu, kegiatan ini mendapat sambutan hangan dari ribuan orang yang datang ke posko kami selama CFD itu berlangsung,” kata Imsyah.  Kampanye ini juga bisa diikuti melalui akun twitter @SMEC_Jakarta atau  Facebook di SMEC Jakarta.

SMEC sendiri cabang pertamanya didirikan di Medan pada 2006. Saat ini beberapa dokter mata melihat banyak pasien yang pergi ke luar negeri untuk berobat. Bagaimana tidak, hanya butuh waktu tidak lama untuk sampai ke Malaysia dan Singapura dari Medan. Menurut Imsyah, pasien-pasien itu pergi ke luar negeri untuk berobat karena merasa pelayanan di sana lebih bagus, kualitas dokternya juga, serta ditunjang peralatan pemeriksaan yang lebih canggih.

“Alasan lain soal biaya, bukan soal besarnya, mereka merasa pengobatan di luar negeri lebih bisa diekspektasi, bisa terhitung, sedang pengobatan di sini seringnya tak terduga,” ujarnya.

SMEC hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat Medan itu. Dilengkapi teknologi terbaru, layanan  terbaik dan dokter-dokter yang berdedikasi,  SMEC hadir agar orang Medan tidak lagi berobat mata ke luar negeri.

Imsyah menyebut saat ini SMEC melayani dua kelas yaitu eksekutif dan regular. Keduanya dilayani dengan teknologi tinggi .  Sebulan ada 400 operasi mata katarak dilayani SMEC Medan setiap bulan dengan teknologi Phaco yang merupakan teknologi operasi katarak terbaru tanpa jahitan.  Begitu terkenalnya layanan SMEC Medan, kata Imsyah, membuat banyak pasien dari Aceh juga datang ke klinik mata tersebut, hingga dibuka cabang Kabanjahe.

Karena banyak permintaan,  pihaknya lalu membuka SMEC di Balikpapan, Pekanbaru dan Samarinda tahun berikutnya. Lalu pada 2014 dibuka cabangnya di Jakarta. Biaya operasi katarak di SMEC pun bervariasi antara 2,5 juta hingga 25 juta per mata yang dioperasi.

SMEC dirancang sebagai sebuah klinik yang ramah keluarga. “Pemeriksaan mata untuk anak tentu berbeda dengan dewasa, maka itu suasana dan penanganannya pun berbeda,” ujar Imsyah. Untuk itu di SMEC untuk pemeriksaan anak-anak suasana ruang periksannya pun dirancang sangat nyaman bagi anak-anak. Begitu juga cara pemeriksaannya dilayani oleh dokter-dokter spesialis mata anak yang terbaik dan ramah.

Kampanye #CekMataYuk juga sebagai upaya meningkatkan awareness brand SMEC ditengah masyarakat Jakarta, yang cabangnya berlokasi di Jalan Pemuda, Rawamangun.   Selama kampanye ini SMEC memberikan berbagai diskon pada berbagai layanannya di cabangnya tersebut.

Menurut Imsyah, SMEC Group akan terus mengembangkan pelayanan dan berusaha untuk menjangkau lebih banyak lagi jutaan keluarga Indonesia. “Kami percaya dapat maju, unggul dan sejajar dengan institusi sejenis di luar negeri,” ujarnya.  Ia yakin target 20 cabang SMEC di seluruh Indonesia bisa segera terealisir dalam waktu dekat.   (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)