Keramika 2015, Italia Tawarkan Mesin Keramik

Agensi Perdagangan Italia, Kantor Promosi Perdagangan Kedutaan Italia, bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Mesin dan Peralatan Keramik (ACIMAC) berpartisipasi di KERAMIKA 2015 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), 19-22 Maret mendatang.

Keikutsertaan di pameran keramik terbesar di ASEAN yang keempat kalinya ini untuk memperkuat kerjasama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Italia. Delegasi yang beranggotakan lima perusahaan anggota ACIMAC, siap menggali kerjasama yang saling menguntungkan dengan perusahaan asal Indonesia.

Kelima perusahaan tersebut, yaitu BMR S.p.A., Gruppo Tecnoferrari S.p.A., Manfredini and Schianchi s.r.l., Mectiles Italia s.r.l., dan Officine SMAC S.p.A, adalah perusahaan manufaktur keramik serta mesin pembuatannya di Italia.

Dari tahun ke tahun, industri manufaktur, khususnya keramik tumbuh pesat di Indonesia. Prospek industri keramik nasional cukup bagus dalam jangka panjang sejalan dengan meningkatnya pembangunan gedung-gedung di Tanah Air. Indonesia tak diragukan lagi adalah pasar potensial untuk teknologi mesin keramik terbaru.

“Kami yakin Italia dapat memenuhi permintaan industri keramik di Indonesia, khususnya untuk keahlian dan teknologi memproduksi keramik yang berkualitas tinggi,” kata Dr. Samuele Porsia, Komisioner Perdagangan Italia untuk Indonesia dalam rilisnya.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin (dua kanan) (Foto: Antara) Menteri Perindustrian, Saleh Husin (dua kanan) (Foto: Antara)

Dari hasil riset ACIMAC, India, Thailand, Indonesia, dan Vietnam adalah pasar terbesar kedua untuk ekspor mesin keramik. Sekitar 16,5% dari total ekspor senilai US$ 294,4 juta mengalir ke empat negara ini.

Hingga saat ini, Indonesia adalah produsen keramik terbesar ke-6 di dunia dengan produksi mencapai 450 juta sqm (square meters) per tahun. Di regional ASEAN, Indonesia adalah pengguna keramik terbesar. Pada tahun 2013, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, Italia adalah eksportir terbesar mesin keramik ke Indonesia di antara negara-negara Eropa lainnya, dengan total nilai US$ 8,3 juta atau 28% dari total importasi keramik dan mesin.

Di tahun 2014, Italia adalah negara importir terbesar ketiga di dunia dengan nilai US$ 5 juta atau 19% dari total impor mesin keramik. Penurunan terjadi seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, termasuk Euro.

Pameran tahunan khusus keramik, Keramika 2015 yang telah dibuka Menteri Perindustrian Saleh Husin ini diikuti 61 peserta yang lebih dari separuhnya adalah pelaku usaha dari luar negeri. Harapannya, keramik Indonesia mampu bersaing di pasar global dengan produknya yang berkualitas dan inovatif.

Pameran ini adalah sarana pertukaran informasi dan transaksi bisnis antara pengusaha dan pengguna keramik. Industri ini telah berkembang bagus selama lebih dari 30 tahun dan merupakan salah satu industri unggulan dengan dukungan ketersediaan bahan baku yang melimpah.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)