Kian Digandrungi, Sour Sally Kembangkan Versi Mini

Setelah berhasil mengusung produk yogurt bekunya (frozen yogurt) sebagai sebuah gaya hidup, Sour Sally tak lantas berpuas diri. Produk yang sudah dikenal di masyarakat kelas atas ini mau menggarap kelas menengah hingga ke kalangan mahasiswa. Maklum, masyarakat kelas menengah di Tanah Air yang terus bertumbuh tak bisa dianggurkan begitu saja. Itu adalah pasar yang menggiurkan untuk produk yang menguasai 70-80 persen pangsa pasar yogurt beku Indonesia.

Donny Pramono, Presiden Direktur PT Berjaya Bersama Sally (Sour Sally) (kiri) dan Ardantya Syahreza, Presiden Direktur PT Kuliner Nusantara Sejahtera Indonesia (kanan)

“Pasar yogurt di Indonesia sangat menarik dan penuh potensi namun belum banyak pemainnya,” terang Donny Pramono, Presiden Direktur PT Berjaya Bersama Sally (Sour Sally), di Jakarta, Jumat (5/7/2013).

Mengutip data riset AC Nielsen, ia menyebutkan, pertumbuhan pasar yogurt meningkat sebanyak 15 persen dengan nilai Rp 265,4 miliar di tahun 2011, menjadi Rp 305,3 miliar di tahun 2012. Konsumen di Indonesia, menurut dia, telah cukup banyak mengetahui kebaikan yogurt bagi kesehatan.

“Dari survei konsumen dan pasar yang kami lakukan setelah lima tahun berdiri, teridentifikasi bahwa konsumen telah teredukasi tentang unsur kebaikan yogurt bagi kesehatan, memiliki kesadaran tentang yogurt beku dan merek Sour Sally. Bahkan, produk yogurt beku Sour Sally telah berhasil menjadi sebuah produk gaya hidup dan bukan hanya produk tren,” papar Donny.

Sour Sally sendiri telah mengambil peluang pasar dengan mendirikan 40 gerai premium di Indonesia, dan satu gerai di Singapura. Dan untuk menghadirkan produk yang lebih terjangkau ke masyarakat, perusahaan pun berniat mengembangkan bisnis yang berskala mini. Itu disebut dengan Sour Sally Mini.

Donny berujar, keberadaan Sour Sally Mini bukan hal yang baru. Sebab, sejak tahun lalu, perusahaan telah mengelola secara mandiri bisnis mini itu. Hingga kini, ada tujuh gerai Sour Sally Mini yang terletak di Jakarta, Bekasi, Bandung, Solo, dan Palembang. Sekarang konsep itu ingin diperkuat, namun Sour Sally tidak sendirian mewujudkannya.

Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2008 ini pun menggandeng PT Kuliner Nusantara Sejahtera Indonesia (K-Food) untuk mewaralabakan Sour Sally Mini. K-Food merupakan perusahaan yang telah berhasil mengelola gerai Bakso Kota Cak Man, yakni sebanyak tiga gerai, dan secara konsisten menjadi franchisor top seller waralaba di Indonesia.

Penandatanganan kerja sama kedua pihak dilakukan di Jakarta, Jumat. Dari pihak K-Food hadir Ardantya Syahreza selaku Presiden Direktur. K-Food dalam hal ini berlaku sebagai master franchisor Sour Sally Mini.

Apa yang berbeda dengan Sour Sally Mini? Donny menerangkan, Sour Sally Mini akan hadir dengan konsep gerai berukuran kecil, misalnya 3x3 meter, dengan lokasi yang fleksibel. Harga produknya pun terjangkau untuk masyarakat kelas menengah. “Para investor bisa membuka gerai Sour Sally Mini di tempat-tempat strategis yang tidak terbatas di pusat perbelanjaan premium, yakni seperti pertokoan dan food court.”

Dalam kesempatan yang sama, Ardantya mengungkapkan, “Umumnya gerai yogurt beku berlokasi di pusat perbelanjaan premium di kota-kota tertentu dan menargetkan segmen premiun. Sementara itu segmen menengah semakin kuat dan berkembang.” Jumlah kelas menengah Indonesia, kata dia, mencapai sekitar 134 juta jiwa di 2012. Pendapatan per kapita masyarakat Indonesia sendiri sekarang ini sudah mencapai US$ 3.800. “Jadi, kami melihat potensi besar bagi Sour Sally Mini bagi segmen menengah,” imbuhnya.

Bagi masyarakat yang mau terlibat dalam bisnis Sour Sally Mini harus menyiapkan dana sekitar Rp 220 juta untuk satu gerai. Sebanyak Rp 50 juta untuk biaya franchise untuk lima tahun, dan Rp 170 juta untuk pendirian gerai serta pembelian mesin dan peralatan awal. Perlu diingat, investasi tersebut di luar biaya sewa lokasi, biaya operasional, dan sejumlah biaya lain. Perusahaan pun menargetkan balik modal bisa diraih dalam kurun waktu 20-22 bulan.

Rencananya, bisnis Sour Sally Mini bakal menyasar kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Pekanbaru, hingga Manado. “Kami targetkan membuka 50 gerai di tahun pertama,” tandas Donny. (EVA)

Leave a Reply

1 thought on “Kian Digandrungi, Sour Sally Kembangkan Versi Mini”

terakhir tahun lalu saya ke balikpapan juga baru ada tenant sour sally yang masuk. tapi ketika sekarang sedang rebranding, saya rasa masih agak lama untuk expand lagi... sekarang pun baru di jakarta saja yang berubah dan hanya di beberapa cabang
by Manny, 22 Jul 2015, 08:40
For SOUR SALLY MINI Franchise inquiry, please email to info@soursallymini.com
by Ardantya Syahreza, 08 Jul 2013, 13:33

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)