Kiat Datascrip Jaga Loyalitas Konsumen

Ada pepatah yang mengatakan jika konsumenmu tidak dilayani, maka orang lain yang akan melayani. Pepatah tersebut mengajarkan para pemilik merek untuk senantiasa menjaga dan merawat konsumennya. Sebagai pemenang dalam ajang Net Promoter Score (NPS) untuk kategori printer, PT Datascrip memiliki kiat tersendiri untuk menjaga loyalitas konsumennya.

Icanon032

Monica Aryasetiawan, Division Manager Consumer System Product Division Datascrip, mengungkapkan Joe Kamdani, pendiri Datascrip sudah memikirkan bagaimana menjaga loyalitas konsumen. “Pak Joe bilang jangan over sales, karena nanti bisa jadi buah simalakama. Sehingga ketika kami berpromosi, tidak ada syarat dan ketentuan yang tersembunyi,” jelasnya.

Khusus produk IT, layanan purna jual sangatlah penting karena terkadang konsumen yang tidak bisa memakai produk tersebut malah menyalahkan produknya. Untuk itu, Datascrip memiliki beberapa program untuk layanan purna jual. Pertama on-site service. Layanan ini diperuntukkan bagi konsumen yang tidak memiliki waktu untuk datang ke service center, terutama bagi konsumen yang memiliki printer besar seperti printer A3. Teknisi akan datang ke tempat konsumen untuk memperbaiki printernya. Kedua quick service. Layanan ini diperuntukan untuk printer yang mengalami kerusakan sederhana. Konsumen bisa menunggu printernya hingga selesai dikerjakan. Kemudian, Datasrip akan masuk ke online registration agar konsumen bisa mengecek sudah sampai mana perkembangan service melalui gadgetnya.

Dari sisi distribusi, awalnya printer dijual di kanal tradisional saja. Lambat laut, printer mulai di jual di kanal modern sepeti toko buku. Saat ini, konsumen semakin manja sehingga penjualan printer mulai masuk ke kanal online. “Saat ini konsumen sudah mulai malas keluar, untuk itu kami mulai masuk ke online agar lebih mendekatkan diri ke konsumen”. Datascrip sudah melengkapi jalur distribusi baik offline maupun online. Kedepannya, jalur online akan berkembang namun, saat ini masalah infratruktur menjadi hambatan seperti sinyal, jangkauan internet, dan pembayaran. Saat ini komposisi penjualan produk IT seperti printer dan notebook masih didominasi oleh penjualan offline. Namun untuk produk IT lainnya seperti tablet dan gadget lebih banyak di penjualan secara online.

Dalam membuat program, Datascrip selalu membuat program yang terintegrasi antara marketing, sales, dan after sales service. Programnya pun tematik misalnya di hari Valentine, konsumen diberi coklat atau ketika Imlek, konsumen diberi angpao. “Dalam layanan purna jual, kami memastikan agar pelanggan puas dengan produknya. Jika terjadi kerusakan yang parah, kami akan tukar dengan yang baru,” ujarnya.

Menurut Monica, touching point untuk produk IT kini sudah bergeser. Dulu, titik sentuh yang penting adalah touch and try, kini rekomendasi dan referensi (Words of Mouth) lah titik sentuh yang penting. “Terkadang konsumen tidak yakin barang ini bagus. Tapi jika ada rekomendasi mereka akhirnya yakin.

Tahun lalu, penjualan printer Datascrip terkoreksi 15%. Namun, Monica menyatakan Datascrip optimistis menghadapi 2016 ini. “Tahun ini kami targetkan pertumbuhan 20%. Meskipun tahun ini kami berhati-hati, tapi kami lihat sudah sedikit ada angina segar seperti nilai tukar yang cukup rendah,” tutupnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)