Kiat Sogo Langgeng di Industri Ritel | SWA.co.id

Kiat Sogo Langgeng di Industri Ritel

Sogo Indonesia Departement Store, salah satu perusahaan retail terbesar di Indonesia, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-28. Saat ini, Sogo memiliki 18 gerai di 8 kota di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Banten, Medan, Samarinda, dan Balikpapan.

Dalam perjalanannya, Sogo menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya, penutupan beberapa gerai. Handaka Santosa, Direktur Utama Sogo Indonesia, menyatakan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan penutupan gerai, misalnya lokasi yang kurang strategis. "Penutupan gerai adalah hal yang wajar dalam berbisnis. Bila gerai tersebut tidak produktif, sebaiknya dipangkas saja agar tidak memberatkan perusahaan," tambahnya.

Keberhasilan Sogo untuk langgeng dalam industri tersebut salah satunya disebabkan oleh ketersediaan barang yang lengkap. "Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan volume penjualan adalah memberikan produk lokal maupun impor dengan lengkap," ujar Handaka.

Sogo berusaha menawarkan pengalaman belanja yang berbeda untuk konsumen. Tidak hanya berjualan barang, namun Sogo juga menyediakan kafe dan barbershop pada gerainya. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan pengalaman belanja konsumen.

Selain itu, Sogo masih terus menggali potensi terbukanya inovasi lain untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Handaka menuturkan, "Nanti mungkin saja akan ada sistem untuk menyapa nama konsumen saat masuk ke gerai Sogo."

Menanggapi tren digital marketing, Handaka mengaku Sogo pun sudah merambah ke pasar digital. Namun, situs online baru menyumbang kurang dari 2% penjualan saja. Digital marketing ini pun turut memunculkan inovasi pada pelayanan Sogo, misalnya pemesanan barang lewat online yang bisa diambil secara offline ke gerai.

Menurut Afiliani, ekonom INDEF, pelaku retail memang harus terus mengikuti perkembangan zaman. Pasalnya, daya beli Indonesia bukan masalah dalam industri retail, namun kompetisi. "Untuk memenangkan kompetisi, pelaku retail perlu mengikuti tren digital, mengingat pada saat ini pasar didominasi generasi yang melek digital," tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)