Kino Dorong Kaum Muda Berinovasi

kiri-kanan: Babab Dito Pemilik Tongsis, Benny Kurniawan Direktur Human Resources PT. Kino Indonesia, Tbk danYuna Eka Kristina Senior PR Manager PT. Kino Indonesia, Tbk

Untuk kedua kalinya, Kino Youth Innovator Award diadakan PT Kino Indonesia Tbk. Ini menunjukkan betapa perusahaan yang dibangun Harry Sanusi itu sangat ingin menularkan budaya inovasi dalam perusahaan kepada kaum muda Indonesia. Harry, pendiri dan pemilik perusahaan ini, memang dikenal sebagai sosok inovator produk fast moving consumer goods (FMCG) di Indonesia. Kino yang berdiri 25 tahun lalu dikenal memproduksi produk perawatan tubuh, minuman, farmasi dan makanan ringan. Produknya, antara lain, larutan penyegar Cap Kaki Tiga yang dikenal sebagai produk pereda panas dalam, Ovale produk pembersih wajah sekali usap yang diikuti banyak pemain lain, Ellips produk perawatan rambut praktis tanpa bilas dengan kapsul kecil, atau Resik-V produk pembersih area intim wanita yang kini menjadi pemimpin pasar di kategorinya.

Tidak heran, jika produk besutan Kino diikuti pemain FMCG lain, karena Kino selalu berpegang pada inovasi dalam setiap produk yang dilahirkan. Visi Kino, yakni “Menjadi perusahaan ternama di Indonesia yang berlandaskan ide dan inovasi, dan terus bergerak untuk menjadi perusahaan yang mendunia tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal”, ingin ditularkan kepada para kaum muda melalui gelaran Kino Youth Innovator 2017. “Tahun ini temanya Advancing Indonesia Through Local Heritage. Kompetisi tahunan ini bertujuan untuk memotivasi kaum muda agar kreatif dan berani berinovasi untuk memenangkan kompetisi di era pasar bebas ini,” tutur Benny Kurniawan, Direktur Human Resources Kino.

Ia menambahkan, semangat inovasi yang ada dalam perusahaan lokal seperti Kino harus disebarluaskan. Untuk anak muda tentu ajang penghargaan ini tepat. Tahun lalu dikatakannya, ajang ini berhasil menjaring 110 proposal ide dari 78 universitas di seluruh Indonesia. Namun, hanya 10 finalis yang bisa lolos untuk maju ke babak akhir. Tahun ini, ia berharap angka proposal ide yang masuk bisa dobel dari 125 universitas di seluruh Indonesia. “Kami mendorong inovasi dari kaum muda dengan tema tahun ini Build Up Glocal Innovation, maksudnya inovasi-inovasi dari lokal itu bisa kita bawa ke kancah global,” tegasnya.

Kino sadar betul bahwa, dengan diberlakukannya MEA atau masyarakat ekonomi ASEAN, kompetisi dunia industri, ekonomi maupun tenaga kerja tentu saja akan semakin ketat. Pada era ini, akan terjadi aliran bebas barang, jasa dan tenaga kerja terlatih serta aliran investasi. “Diberlakukannya MEA ini justru menjadi tantangan dan peluang bagi bangsa Indonesia untuk memenangkan persaingan. Dan inovasilah kuncinya,” ujar Benny.

Sebagai upaya sosialisasi ajang ini, Kino mengadakan talkshow tentang inovasi di lima universitas yaitu Universitas Gajah Mada (21 Feb), Institut Pertanian Bogor (2 Maret), Universitas Padjadjaran Bandung (10 Maret), Universitas Atmajaya (14 Maret), dan Universitas Satyawacana (23 Maret). Pada talkshow di Universitas Atmajaya kemarin, Kino menghadirkan Anindito Respati Giyardani, atau yang dikenal dengan Babab Dito, brand owner Tongsis.

Babab Dito mengatakan, produk Tongsis miliknya ketika awal diluncurkan banyak bergerilya di media sosial. “Produk saya ini booming ketika jadi bahasan di salah satu foto instagram Ibu Ani Yudhoyono,” katanya. Pemilik merek ponsel produksi Cina bahkan kerap menggandeng produknya sebagai gimik penjualan. Ada empat merek yang kerap mem-bandling produknya dengan Tongsis, hingga ia bisa mengirim 30 ribu per merek. “Inovasi bukan berarti menemukan sesuatu yang baru sama sekali. Inovasi bisa berarti kreatif mengemas sesuatu yang telah ada menjadi barang lain yang lebih memiliki nilai jual dan memenuhi kebutuhan pasar. Inovasi terkadang juga, mengubah sampah menjadi emas,” tutur Babab Dito.

Kino Youth Innovator Award diadakan dalam berbagai tahapan, seperti campus roadshow, innovation submition, final defence challange dan awarding. Di tahun 2017 ini, semua tahapan akan dilaksanakan mulai Februari hingga Mei 2017. Adapun kriteria yang akan menjadi penilaian adalah: original, dari ide sendiri, belum pernah diikutkan dalam kompetisi; efektivitas inovasi, bagaimana penemuan tersebut dapat memecahkan masalah atau menjawab kebutuhan masyarakat; inovasi tersebut harus dapat diaplikasikan dan diterima oleh pasar atau konsumen. Informasi tentang ajang ini lebih detil bisa dilihat pada www.kinoyouthinnovator.com, atau account Instagram @kinoyouthid.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)