Kiprah Dua Bersaudara dari Surabaya Kibarkan dr soap®

Eunike Selomith dan Joycellynne Stefanie, pendiri dr soap®

Peluang bisnis healthcare di Indonesia yang makin menguat ditangkap dengan cepat oleh Eunike Selomith dan Joycellynne Stefanie. Kakak-beradik asal Surabaya ini sejak 2015 kompak mengibarkan dr soap® yang memproduksi berbagai produk antiseptik perawatan harian dan kebutuhan rumah tangga.

Melalui dr soap®, keduanya mencoba berinovasi dengan memasarkan produk-produk antiseptik. Antara lain, cairan pembersih gadget, sanitizer pembersih dudukan toilet, cairan antibakteri penyegar kain, cairan antiseptik, disinfektan multifungsi, deterjen cair premium, dan sabun cuci tangan.

Nama dr soap® pun kini sudah berkembang, menjangkau hingga Papua, bahkan mancanegara. Dengan menggandeng puluhan mitra distributor dan pengecer, dr soap® telah tersebar di lebih dari 500 ritel offline dan online di seluruh Indonesia.

“Ide bisnis ini dimulai dari pemikiran kami berdua saat di luar negeri yang suka lihat produk-produk di sana. Kami pikir kenapa sih di Indonesia selalu impor produk seperti ini? Kenapa kita tidak buat sendiri saja? Dari situ, kami tertantang untuk membuat produk lokal yang bisa menandingi produk luar negeri tetapi dengan harga yang terjangkau dan kualitasnya bagus,” ungkap Stefanie, yang menjadi co-founder serta Brand & Creative Director dr soap®.

Untuk mengibarkan bisnis dr soap®, keduanya mendirikan bendera PT DrSoap Global Indonesia. Dua bersaudara itu kemudian melakukan edukasi ke pasar bahwa ada produk dalam negeri yang kualitasnya tak kalah dibandingkan produk luar (dari sisi ingredient) tetapi harganya lebih terjangkau.

“Tugas pertama kami setelah punya produk, mengedukasi tentang product knowledge, mengajarkan hygiene awareness dan meng-influence masyarakat Indonesia untuk beli produk lokal dibandingkan produk luar negeri,” kata Eunike, co-founder dan Marketing Director dr soap®.

Stefanie dan Eunike mengakui, perintisan bisnis dr soap® awalnya bukan hal yang mudah dan menghadapi penolakan di sana-sini. Salah satunya, ditolak berbagai peritel offline dan pameran karena produk pembersih premium termasuk dalam kategori bisnis yang tidak umum. Hal itu tak menyurutkan semangat keduanya untuk membesarkan usaha rintisan mereka.

First custumer kami adalah family, teman, inner circle kami sendiri. Dari mulut ke mulut," kata Eunike. Ia dan Stefanie akhirnya menemukan sejumlah jalan terang, di antaranya melalui kolaborasi dengan platform e-commerce. Contohnya, dr soap® memiliki official store di Tokopedia sehingga bisa mendapatkan marketplace yang lebih luas.

Eunike menjelaskan, untuk memasarkan dr soap®, pihaknya memulai dari jualan di Instagram. “Sampai saat ini kami masih fokus jualan online, seperti dari website, Tokopedia, Shopee, dan Blibli. Bersyukur sampai saat ini kami masih online, karena kalau sudah ada offline, bisa tekor terkena pandemi,” tuturnya.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)