Kolaborasi dalam Meraih Pasar Indonesia di JFW 2016

Pada penyelenggaraan Jakarta Fashion Week (JFW) 2016 ini kembali menggelar kerja sama dengan  Japan Fashion Week. Sinergi ini menghasilkan koloborasi antara Suzuki Takayuki dengan brand lokal Bateeq. Kerjasama ini sendiri sudah berjalan hampir 3 tahun.

Sebelumnya kerjasama hanya sekadar exchange product, namun pada tahun ini kedua belah pihak ingin menghasilkan sesuatu yang lain. Menurut Akiko, perwakilan dari Japan fashion Week, penyelanggaran tahun ini ingin benar-benar dikonsetrasikan pada koloborasi tersebut. Beratnya ekonomi global pada saat ini, membuat pihaknya harus benar-benar mengencangkan ikat pinggang untuk bujet.

ket foto: Suzuki Takayuki (pria) berfoto dengan Michelle Tjokrosaputro (sebelah kiri) Suzuki Takayuki (pria) berfoto dengan Michelle Tjokrosaputro (kiri)

Oleh karena itu, pihaknya pun meyeleksi secara ketat, desainer yang dianggap berbakat dan memiliki nama untuk koloborasi ini. Suzuki Takayuki, dipilih karena dianggap sebagai salah satu perancang Jepang yang cukup populer. Suzuki akan menampilkan koleksi pakaian dan scarft yang memiliki motif batik.

Menurut Michelle Tjokrosaputro, CEO PT Efrata Retailindo, yang menaungi brand Bateeq, Suzuki sangat tertarik dengan batik Indonesia. Untuk mengenal batik Suzuki bahkan rela datang ke pbarik Bateeq di Sukaharjo, Jawa Tengah. Di sana ia mulai memilih batik-batik yang dianggap sesuai dengan rancangannya.. Ketertarikan ini muncul karena sebelumnya, ia belum pernah melihat pola dan desain seperti batik.

Baginya, batik memiliki pola dan kreasi warna yang unik, pola yang dipilh Suzuki adalah pola batik klasik. Ada 3 pola yang akan dipakai oleh designer Jepang ini yaitu kesatrian, langlang, dan kamulyan. Ketiga pola ini akan dipadupadankan dengan dress, baju, rok, dan scraft. Mengingat pangsa pasar fashion di Indonesia adalah wanita muslim, Suzuki sengaja mendesain beberapa scraft dengan pola batik.

Nantinya, karya koloborasi ini akan ditampilkan di fashion show JFW 2016 yang berlangsung di Senayan City. Akan ada 30 look dimana 11 di antaranya merupakan karya koloborasi. Agar lebih mudah, metode yang dipilih adalah batik print, sehingga produksinya sendiri tidak akan memakan waktu banyak. Produksi pakaian ini sendiri direncanakan akan dilakukan di Indonesia dan menggunakan bahan tencel.

Pakaian yang didominasi warna putih dan abu ini rencananya hanya akan dipasarkan di Indonesia.”Suzuki ingin memberikan yang terbaik untuk penggemarnya di Indonesia, sehingga keseluruhan koleksi ini sengga dibuat untuk Indonesia,” jelas Michelle. Tidak hanya itu, keseluruhan produksi juga dilakukan di Indonesia dan tidak terbatas hanya untuk para wanita saja.

Busana karya Suzuki merupakan karya unisex, sehingga bisa dipakai oleh semua gender. Karya ini sendiri rencananya akan dipasarkan di Indonesia pada tahun 2016 dan dibanderol dengan harga mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 4 juta. (EVA).

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)