Konsisten Buka Pasar Baru, Ekspor Toyota Naik 32%

PT Toyota Motors Manufacturing Indonesia (TMMIN) konsisten meningkatkan kinerja ekspornya. Dalam dua bulan pertama tahun ini, ekspor mobil dalam keadaan utuh (CBU/completely built up) meningkat 32% mencapai 28.800 unit dibanding periode yang sama tahun lalu. Fortuner masih menjadi andalan yaitu sebanyak 8.600 unit, disusul Vios (7.200 unit), Avanza (6.500 unit) dan Kijang Innova (2.500 unit). Sementara, total volume ekspor Rush, Agya, dan Town Ace/Lite Ace mencapai 4.000 unit.

Volume ekspor kendaraan terurai (CKD/completely knock down) hingga Februari 2015 mencapai 6.500 unit, mesin berbasis bensin (5.500 unit), serta mesin berbasis ethanol (1.200 unit). Sementara, komponen kendaraan sebanyak 11,2 juta, berikut alat bantu produksi berupa die (alat bantu dalam proses pengepresan) dan jig (alat bantu dalam proses pengelasan) ke berbagai negara di dunia.

“Saat ini tercatat, sebanyak 70 negara di kawasan Asia-Pasifik, Amerika Latin, Karibia, Timur Tengah, dan Afrika menjadi negara tujuan ekspor Toyota dan grup. Misi kami adalah terus meningkatkan kinerja ekspor di masa mendatang,” kata I Made Dana Tangkas, Direktur Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN dalam rilisnya.

Secara keseluruhan, kinerja ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota naik lima kali lipat dari kisaran 30.000 unit di tahun 2009 menjadi 160.000 unit hingga tahun 2014. Hal itu berkat ekspansi negara tujuan ekspor yang baru serta jenis produk ekspor yang semakin bervariasi. Pada tahun 2010, untuk pertama kalinya, TMMIN mengekspor mesin utuh ramah lingkungan berbasis bio-etanol ke Argentina dengan volume rata-rata 600 unit per bulan.

Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN. Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN.

Ekspansi berikutnya dilakukan pada tahun 2013, yakni memperluas negara tujuan ekspor IMV series (Fortuner dan Kijang Innova) ke negara-negara di kawasan Amerika Latin serta Kepulauan Karibia sebanyak 600 unit per bulan. Pada tahun 2014, secara berturut-turut Toyota Indonesia dan grupnya melakukan aktivitas peningkatan kinerja ekspor. Di bulan Februari, ekspor Agya ke Filipina dimulai dengan volume sekitar 500 unit per bulan. Agya menjadi kendaraan LCGC (Low Cost and Green Car) pertama yang merambah pasar mancanegara.

Di bulan berikutnya, Maret 2014, Toyota Indonesia mulai mengekspor Vios sebagai sedan buatan Indonesia pertama yang diekspor dalam jumlah signifikan sekitar 1.500 unit per bulan di tahap awal, yang kemudian dalam perkembangannya kini mencapai kisaran 3.500 unit per bulan. Melengkapi performa ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota, Avanza merambah pasar Timur Tengah mulai April 2014 dengan volume sekitar 500 unit per bulan.

“Sebagai perusahaan manufaktur yang berorientasi ekspor, kami terus meningkatkan daya saing guna memenangkan persaingan di pasar global yang semakin ketat. Salah satunya dengan meningkatkan kedalaman industri,” kata Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)