Kontribusi Bisnis E-Commerce Signifikan di Industri Kartu Kredit

Meski mengalami penurunan kondisi ekonomi di tahun 2015, pasar kartu kredit masih tumbuh. Salah satu faktor pemicu pertumbuhan penggunaan kartu kredit atau pertumbuhan produk kartu kredit  adalah "pangsa pasar" kartu kredit itu sendiri. Semakin maju sebuah negara atau kota, semakin bermanfaat penggunaan kartu kredit. Semakin terdidik atau melek teknologi masyarakat sebuah negara atau kota maka semakin mudah produk kartu kredit diterima. Apalagi jika negara tersebut memiliki populasi penduduk dalam jumlah besar seperti Indonesia.

VisaKantor-Ellyana-500x355

Indonesia sendiri menempati urutan ke-5 dari populasi negara terpadat di dunia. Tentu saja menjadi pangsa pasar yang sangat menggiurkan untuk bisnis apapun termasuk bisnis kartu kredit. Dengan total sekitar 250 juta penduduk di tahun 2012 dan andaikan bank beserta afiliasinya bisa menjangkau 10%-nya saja, itu sudah merupakan lahan bisnis yang begitu luar biasa. Ada kurang lebih 25 juta pengguna kartu kredit yang dimungkinkan menjadi pasar.

Melihat peluang ini, Ellyana Fuad, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia menganggap pasar kartu kredit Indonesia masih tetap optimis. Berikut hasil wawancara Elyana dengan SWA Online.

Bagaimana Anda memandang karakteristik masyarakat Indonesia sebagai pengguna kartu kredit?

Menurut saya, meskipun saat ini Indonesia dapat dibilang sedang mengalami perlemahan di sektor ekonomi, namun saat ini saya melihat seiring dengan waktu, masyarakat Indonesia nampak lebih optimis dengan situasi ekonomi negaranya dibanding dengan masyarakat negara sekitar. Bahkan beberapa di antara mereka sudah mulai dapat melakukan manajemen pada keuangan mereka seperti prioritas menabung serta prioritas pada keluarga mereka. Untuk itu, kartu kredit saya rasa menjadi pilihan yang tepat bagi mereka. Tujuannya adalah agar merka dapat mencapai kebutuhan mereka secara lebih mudah.

Bagaimana kondisi pasar kartu kredit di Indonesia saat ini?

Kami masih optimistis, karena pasarnya masih sangat besar sekali. Bayangkan saja Indonesia terdiri lebih dari 17.000 pulau. Selain itu, jumlah penduduk Indonesia juga dapat dikatakan sebagai salah satu negara yang penduduknya paling besar. Jadi ya kesempatannya masih terbuka sangat lebar.

Untuk 2016 ke depannya tren kartu kredit seperti apa?

Trennya saya harap semakin berkembang karena gaya hidup masyarakat indonesia semakin modern dan berbeda. Jadi saat ini dapat dikatakan profil dan demografi masyarakat indonesia dalam menggunakan kartu kredit sangat dinamis. Mereka butuh keamanan dan kemudahan. Dan dengan katu kredit, semuanya dapat dipenuhi dengan baik.

Bagaimana dengan tren konsumsi kartu kredit di Indonesia?

Kalau dilihat, sekarang masyarakat Indonesia banyak sekali menggunakan kartu kredit di beberapa sektor. Sebut saja groceri, furniture, pemesanan tiket, hotel, dan e commerce. Dari situ banyak masyarakat spend kartu kredit.

Sektor mana yang paling banyak berkontribusi?

Saya rasa sektor e commerce. Karena begini. Banyak masyarakat Indonesia melakukan perjalanan dan pemesanan tiket melalui e commerce dan pembayarannya melalui kartu kredit. Lebih mudah bagi mereka. Kalau kontribusinya berapa saya rasa cukup besar. Namun karena kami merupakan perusahaan publik, maka kami tidak bisa memberikan informasi terlebih dahulu untuk saat ini dalam bentuk angka yang pasti. Tapi bisa dibayangkan untuk saat ini banyak masyarakat yang memasan tiket perjalanan melalui online dan membayar menggunakan kartu kredit. Jadi ya memang cukup besar.

Apa tantangan untuk menghadapi pasar kartu kredit di 2016 nanti?

Kesempatan di pasar kartu kredit ini memang besar. Tapi tentu saja tidak hanya itu. Kami harus berpikir lagi, bagaimana caranya untuk lebih memperbesar pasar kartu kredit di Indonesia ini. Untuk menghadapinya, kami akan lebih mengutamakan untuk kerja sama langsung dengan industri yang bersangkutan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)