Laba Bersih CIMB Niaga Meroket 386%

PT Bank CIMB Niaga Tbk sukses meraup laba bersih sebesar Rp 2,08 triliun sepanjan 2016 lalu, melonjak 386% dibanding tahun sebelumnya dan menghasilkan earnings per share Rp82,83. Laba yang kinclong ini ditopang pendapatan bunga bersih (NII) yang naik 6,2% serta naiknya pendapatan nonbunga (NoII) seiring membaiknya kinerja di treasury dan pasar modal serta pendapatan dari bancassurance. Biaya pencadangan pun turun 7,2% (y-o-y).

“Kami senang dengan capaian kinerja pada 2016 yang diperoleh di tengah lingkungan usaha yang menantang," ujar Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan dalam rilisnya.

Konsisten mencetak pendapatan yang positif dan terus naik membuat Cost to income ratio pun membaik yang kini di bawah level 49%. Ini didukung oleh pengetatan biaya operasional dan peningkatan produktivitas. CIMB menyeimbangkan neraca keuangan dan mengimplementasikan berbagai inisiatif untuk mengoptimalkan permodalan. "Kualitas aset diprediksi akan mengalami perbaikan sejalan dengan kondisi perekonomian Indonesia sepanjang tahun ke depan,” kata dia.

CIMB Niaga juga mampu mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset dengan total aset mencapai Rp241,57 triliun per 31 Desember 2016, naik 1,1% secara y-o-y). Penyaluran kredit bruto tumbuh 1,6% mencapai Rp180,16 triliun.

Kredit konsumer tercatat Rp51,42 triliun (29%), dan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp34,51 triliun (19%) yang keduanya mencerminkan kontribusi 48% dari total kredit. Sisanya adalah wholesale banking, yang terdiri dari kredit korporasi Rp61,01 triliun (34%) serta kredit komersial Rp33,22 triliun (18%).

“Kami menawarkan bunga KPR sebesar 7,5%, fixed 3 tahun untuk menyambut Tahun Baru China (Imlek). Sejalan dengan langkah pemerintah untuk terus menurunkan suku bunga kredit satu digit, hasil penghematannya pun kami berikan kepada nasabah,” kata Tigor.

Per akhir Desember 2016, total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp180,57 triliun, meningkat 1,1% y-o-y. Pertumbuhan CASA sebesar 9,9% menghasilkan kenaikan rasio CASA sebesar 403 bps y-o-y menjadi 50,84%. Sementara, Loan to Deposit Ratio tercatat 98,38%, dibandingkan posisi 97,98% di tahun lalu. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 17,96% meningkat 168 bps y-o-y dari periode yang sama tahun lalu.

“Ke depan, kami fokus meningkatkan CASA sekaligus mengelola struktur biaya dan meningkatkan produktivitas. Penekanan pada bisnis Consumer dan SME menjadi kunci utama dalam strategi pertumbuhan kami,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)