Majukan Industri Kreatif, Japan Cool Dukung Jimpact

Perusahaan hiburan asal Jepang, T-Joy, berkolaborasi dengan Group XXI dalam menyelenggarakan Jimpact, pekan anime dan J-Pop di Studio XXI, Plaza Senayan, Jakarta selama tanggal 14-20 Maret 2013. Ajang Jimpact ini pun mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang.

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang telah menetapkan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif Jepang melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah Jimpact. Bertempat di Jakarta, Kamis (15/3/2013), Shigeru Komatsubara, Deputy Director, Media & Content Industry Division dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, mengatakan, “METI Jepang memiliki Cool Jepang untuk karya-karya kreatif Jepang yang akan dikembangkan dalam kerja sama Jepang dengan negara-negara lain."

Shigeru Komatsubara, Deputy Director, Media & Content Industry Division dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang

Jimpact disebutkan juga merupakan bagian dari Japan Cool. Ini adalah kampanye untuk mempromosikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan industri kreatif di Jepang ke seluruh dunia dengan dukungan penuh dari METI Jepang.

Kampanye produk kreatif Jepang ke luar negeri diperlukan karena selama ini ekspor produk ini masih kecil. Menurut Shigeru , dari total nilai pasar konten Jepang baru 5 persen yang diekspor. Di Jepang sendiri, industri konten sudah cukup besar. Namun, ia menyebutkan, pelaku industri konten Jepang kurang berani menjajaki dunia internasional. “Konten holders belum berani membawa konten ke luar Jepang, jadi kami membantu,” lanjut dia.

Oleh karena itu, METI pun berusaha membantu pemasaran industri konten Jepang untuk bisa berkembang di pasar-pasar luar negeri, salah satunya di Indonesia. “Sebenarnya sudah beberapa serial televisi Jepang yang ditayangkan di Indonesia. Tapi di Jepang sendiri sebenarnya sudah banyak, dan yang bisa masuk sedikit sekali, mungkin ada yang menghambat," terangnya.

Bantuan nyata METI kepada pelaku industri Jepang diwujudkan melalui Jimpact ini. Di ajang yang diselenggarakan selama sekitar sepekan ini, masyarakat Indonesia bisa menonton sejumlah film dan rekaman konser pemusik Jepang di Bioskop XXI. Ia pun berharap, kerja sama industri kreatif antara Jepang dan Indonesia bisa memberikan kontribusi bagi pertumbuhan budaya dan ekonomi di kedua negara, juga bagi Asia.

“Beberapa konten-konten Jepang telah dikenal di Indonesia, dan memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan, tidak terbatas pada manga atau anime saja. Karenanya industri konten di Jepang perlu menciptakan sebuah model bisnis yang berdasarkan model tersebut akan terwujud hubungan win-win dengan industri konten di Indonesia serta dengan masyarakat dalam industri-industri terkait lainnya,” tandas Shigeru. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)