Mattel Dekatkan Anak-anak dengan Budayanya

Ivan Franco, Country Manager Mattel Southeast Asia

Kekayaan budaya Indonesia, utamanya batik, telah begitu populer dan memiliki potensi ekonomi yang besar. Semua orang tentu sepakat bahwa seni di atas kain tersebut perlu diperkenalkan pada masyarakat Indonesia sejak dini. Mattel, produsen mainan anak asal Amerika Serikat, melihat hal ini sebagai peluang untuk mendekatkan target pasar mereka, anak-anak, dengan budaya lokalnya.

Ivan Franco, Country Manager Mattel Southeast Asia kepada SWA Online, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan pasar potensial bagi Mattel. Pasalnya, pada tahun 2017, jumlah populasi anak-anak di bawah 12 tahun di Indonesia meningkat, pun angka kelahirannya cukup tinggi.

Sesuai dengan visi Mattel yang ingin menginspirasi anak-anak untuk mengejar mimpi, namun tetap dekat dengan budaya lokalnya, Mattel menggandeng Iwan Tirta, maestro batik lokal, untuk meluncurkan Barbie Kirana.

Apa yang unik? Barbie Kirana menghadirkan karakter Barbie yang kita kenal dengan mengenakan outfit batik kekinian. Desain batik tersebut merupakan hasil karya Iwan Tirta, yang desainnya sudah eksis sejak tahun 1970. Melalui produk ini, Mattel ingin meningkatkan kesadaran anak-anak Indonesia akan eksistensi batik, dan harapannya akan menginspirasi mereka untuk menjadi desainer batik.

Adapun koleksi bertajuk Barbie Kirana tersebut terdiri dari dua boneka dengan dua motif berbeda. Pertama, Kawung Manis yang menggambarjan harapan selalu bijaksana, rendah hati, dan ingat pada leluhir. Kedua, Sawangguling Latar Kopi Pecah yang menyimbolkan bahwa seorang pemimpin sebaiknya berlaku adil dan menjaga keseimbangan sebagai seorang yang kuat dan baik hati.

Iwan Tirta Private Collection merupakan warisan dari almarhum perancang batik Iwan Tirta, yang ingin terus melestarikan seni batik. Di balik setiap motif batik terdapat arti yang sakral atau nilai yang merepresentasikan orang Indonesia. “Iwan Tirta Private Collection senang dapat berkolaborasi dengan Barbie untuk meningkatkan pemahaman dan menumbuhkan kecintaan terhadap batik di kalangan generasi muda Indonesia,” ujar Widharmika Agung, CEO Iwan Tirta Private Collection. “Hal ini juga sangat membanggakan orang Indonesia menyaksikan budayanya terbesar luas di dunia.”

Sebagai sebuah produsen mainan, Mattel merasa tujuan eksistensinya adalah untuk membantu anak-anak untuk mempersiapkan masa depan dunia. Hal tersebut diimplementasikan melalui varian produk Mattel yang tinggi. Selain itu, Mattel juga merancang sistem bermain, konten, dan pengalaman yang membantu anak-anak mengembangkan potensi mereka. "Ke depan, Mattel ingin terus relevan menghadapi zaman, melalui rangkaian inovasi dengan konten yang edukatif dan menginspirasi," dia menegaskan.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)