Mengapa Harus Jam Tangan deLaCour?

Mengusung teknologi terkini, style klasik yang elegan, karakter yang kuat dan gengsi premium yang diakui masyarakat urban dunia, jam tangan deLaCour hadir di Indonesia. Apa saja keistimewaannya?

Jam tangan mewah bukan sekadar penunjuk waktu, tapi juga bagian life style dan prestige. Tak heran jika kaum urban yang berkantong tebal hobi mengoleksi arloji istimewa ini sebagai simbol atas kemapanan ekonomi. Bahkan, jam tangan mewah bernilai investasi tinggi karena dibuat dari material pilihan, bahkan bertaburan permata.

Desain yang cantik, elegan, sporty juga menjadi daya tarik jam tangan mewah, sehingga tidak lekang oleh waktu. Dipadukan kualitas nomor wahid dan model yang abadi, biasanya jam tangan mewah dapat dijadikan warisan buat anak, cucu, atau keluarga tercinta.

Koleksi jam tangan mewah di butik deLaCour SCBD Koleksi jam tangan mewah di butik deLaCour SCBD

Betul, selama ini Swiss dikenal sebagai negara gudangnya produsen jam tangan mewah. Dan salah satunya adalah merek deLaCour yang dimotori oleh tiga sekawan Alfred Terzibachian (CEO), Louai Kuzbari (CFO) dan Pierre Koukjian (Chief Designer).

Tahun 2003 deLaCour merilis koleksi perdananya ‘Bichrono’ saat pameran jam tangan mewah dan perhiasan di Basel, Swiss. Lalu, pada 2005 deLaCour meresmikan butik pertamanya di Jenewa, Swiss.

Bagaimana keberadaan deLaCour di Indonesia?

Kala itu masyarakat Indonesia memang harus bersabar. Pasalnya, baru tanggal  5 September 2013 inilah butik pertama deLaCour dibuka di Tanah Air, tepatnya di Fairground Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Jadi, sekitar 8 tahun harus menunggu setelah pembukaan di Jenewa. Bahkan, Indonesia adalah negara pertama yang dituju deLaCour untuk mengepakkan sayap bisnisnya ke Asia.

Kehadiran deLaCour meramaikan industri jam tangan mewah di Indonesia bukan asal tubruk. Hal ini sudah didasari atas riset mendalam dan pertimbangan matang. Setidaknya data yang disodorkan Biro Pusat Statistik mendukung langkah ekspansi deLaCour. Simak saja, menurut BPS, Pendapatan Nasional Indonesia tahun 2009 – 2012 tumbuh konsisten di atas 6 persen dan pertumbuhan kelas menengah meningkat, meski belakangan terjadi tren depresiasi Rupiah terhadap Dollar AS, tapi tidak berdampak pada kemampuan daya beli kalangan atas yang dibidik deLaCour.

(No.2 dari kiri) Pierre Koukjian, salah seorang pendiri brand deLaCour (No.3 dari kiri) Pierre Koukjian, salah seorang pendiri brand deLaCour

“Kami melihat kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia, merupakan kawasan yang potensial untuk ekspansi brand deLaCour,” ujar Pierre Koukjian, salah seorang pendiri brand deLaCour di sela-sela grand opening butik resmi deLaCour di Fairyground, kawasan segitiga emas SCBD.

Menurut Koukjian, tingginya minat  kalangan mapan di Indonesia terhadap produk fashion berkualitas tinggi sekaligus mencerminkan personality mereka dapat dipenuhi oleh produk arloji deLaCour. Sebab, deLaCour menawarkan produk eksklusif yang mengusung teknologi terkini, gaya klasik, elegan plus mampu memenuhi selera kalangan high end.

Sejatinya, awal kehadiran deLaCour bersifat supereksklusif. Mengapa? Karena dibuat sangat customized untuk orang-orang pilihan. “Mula-mula kami hanya memenuhi permintaan spesial dari para eksekutif, kerajaan, serta selebritas. Contoh Sultan Hassanal Bolkiah, pesepak bola Ronaldo, dan  Neymar,” Koukjian menegaskan. Setelah itu, pasar mulai berkembang dan memproduksi koleksi terbatas dengan desain rumit yang elegan dan menggunakan bahan khusus, seperti bronze.

(ki-ka) Kartika S.Winata dan Yanto Chou menunjukkan sejumlah koleksi deLaCour (ki-ka) Kartika S.Winata dan Yanto Chou menunjukkan sejumlah koleksi deLaCour

Segmen pasar yang dibidik deLaCour cukup beragam. Kendati awalnya ditujukan untuk kaum Adam, tapi akhir-akhir ini justru digandrung para wanita. Alhasil komposisi gender konsumennya fifty-fifty untuk pria dan wanita dewasa.

Kendati mengusung teknologi canggih, deLaCour tetap konsisten menampilkan gaya klasik yang elegan dan tak lekang oleh waktu yang dapat mengangkat personality tersendiri pemakainya. “Produk deLaCour memang diperuntukkan bagi kalangan atas yang telah memiliki kehidupan mapan, kebutuhan akan eksistensi diri dan merupakan sosok yang berani tampil beda  serta selalu mencari inspirasi baru yang kerap melewati batasan-batasan konvensional,” kata Koukjian.

Soal harga deLaCour, Anda yang berkantong cekak pasti akan mengernyitkan dahi. Sebuah jam tangan deLaCour dibanderol mulai Rp 80 juta hingga miliaran rupiah.

Yanto menjelaskan, jam tangan deLaCour dihargai tinggi karena mengusung teknologi terkini serta eksklusif. Misalnya, seri Jakarta Bronze Edition yang hanya diproduksi terbatas 18 arloji.

Diboyongnya produk deLaCour ke Indonesia pun tak lepas dari peran tiga sosok pengusaha muda: Yanto Chou (33 tahun), Kartika S.Winata dan Hartanto Sutardja. Berangkat dari modal patungan di antara ketiganya, lalu dikibarkan bendera PT Eurobutik Bangun Indonesia, sebagai distributor utama jam tangan mewah deLaCour. “Kami punya previliege atas hak paten distribusi produk-produk deLaCour di Indonesia,” ujar Hartanto Sutardja, Operational Director PT Eurobutik Bangun Indonesia.

“Kehadiran butik deLaCour ini akan memudahkan pecinta jam tangan berkelas di Indonesia untuk menambah koleksinya. Bagi kami, Indonesia adalah pasar yang menarik, apalagi sebagian besar target market yang kami bidik sudah familier dengan produk-produk deLaCour,” tambah Kartika Winata yang didapuk sebagai Marketing Director PT Eurobutik Bangun Indonesia. Lagi pula di butik ini selain sebagai galeri pajang produk-produk deLaCour, juga untuk aftersales service dan memberikan garansi. Melalui butik ini pula deLaCour menghadirkan 5 tipe utama produknya, yaitu Bichrono, City, Saqra, Promess, plus Leap.

Menandai diresmikannya butik pionir deLaCour di SCBD pada awal September 2013 itu, deLaCour meluncurkan jam tangan tipe khusus, yaitu  Jakarta's Bronze Edition yang memiliki desain dengan unsur identitas Indonesia. Jam tangan ini dibuat dari bahan perunggu dan hanya diproduksi terbatas 18 pieces.  Material perunggu dikenal memiliki keunikan pada warna yang dapat berubah sesuai tingkat pH keringat yang dikeluarkan si pemakainya dan lingkungan di mana jam tersebut berada. Menarik bukan?

“Keunikan dan eksklusivitas jam tangan Jakarta's Bronze Edition adalah mengedepankan konsep bendera merah putih Indonesia pada power reserve dan strap pada jam tangan,” ujar Yanto Chou, Managing Director PT Eurobutik Bangun Indonesia.

Yanto Chou, Managing Director PT Eurobutik Bangun Indonesia. Yanto Chou, Managing Director PT Eurobutik Bangun Indonesia.

Pesona deLaCour

“Saya tertarik membeli jam tangan mewah karena eksklusif dan simbol status. Coba Anda bayangkan jika bertemu kolega pasti yang kelihatan adalah jam tangan yang dipakai, bukan mobil yang dikendarai,” ungkap Yanto Chou, konsumen sekaligus distributor deLaCour. Cukup lama dia mengoleksi beberapa  arloji mahal, termasuk merek deLaCour.

Yanto tergiur deLaCour dengan banyak alasan yang mendasari. Pertama, deLaCour mengusung teknologi terkini, yaitu memperkenalkan inovasi dan keunikan khusus, seperti bitourbillon yang mampu menghadirkan pergerakan dengan dua tourbillons, sehingga menampilkan dua waktu yang berbeda. Bandingkan dengan produk arloji lain yang kebanyakan cuma dilengkapi tourbillons.

Keunikan kedua, ada produk-produk 3D Optical dalam jajaran koleksi deLaCour yang menampilkan beberapa lapisan dalam sebuah jam tangan yang dibuat secara handmade (individually crafted) serta beberapa produk yang memasukkan unsur komponen organik seperti tobbaco dial atau kayu yang -menjadi elemen jarum jam.

Core values dari koleksi jam tangan deLaCour ada enam: pertama, individuality, karena didesain untuk para individu terpilih, bukan produk massal. Kedua, avant-garde, produk deLaCour menjadi garda terdepan sebagai sumber inspirasi siapa saja yang melihatnya. Ketiga, passion yang kuat. Keempat, craftsmanship atau keahlian. Kelima, independence, karena produknya tidak pasaran dan bernilai artistik tinggi. Keenam, eksklusif. Masing-masing produk dibuat dalam jumlah terbatas dengan kualitas tinggi.

“Produk deLaCour cukup terbatas karena hanya diproduksi sebanyak 1.000 pieces per tahunnya. Selain itu, bisa dipesan secara customized. Namun, kami harus melihat profil pemesan dulu karena harus mewakili citra deLaCour yang eksklusif,” Yanto menguraikan.

Bergengsi dan Investasi

Dunia fashion, termasuk jam tangan dapat bertahan lama. Sebuah jam tangan mewah dirancang dengan baik untuk berdetak seumur hidup, bahkan lebih. Bandingkan dengan dunia gadget yang dinamis dan cepat berganti model.

Ya, boleh jadi jam tangan mewah merupakan investasi seumur hidup yang tak akan dilibas zaman. Apapun gaya Anda yang selalu mengutamakan gengsi, jika mengenakan arloji premium di pergelangan tangan, pasti tidak akan membuat Anda ketinggalan zaman.

Arti investasi di sini bermakna ganda.  Anda bisa menggunakannya sepanjang hidup dan bermanfaat untuk investasi keuangan di masa depan. Jam tangan terbaik tidak akan surut dari sisi harga, karena dasarnya berbasis permata dan bahan material terbaik. Apalagi jika koleksi jam tangan wah itu dilirik sesama kolektor, pasti harganya terkatrol nantinya.

Saat ditanya berapa rata-rata kenaikan harga jam tangan deLaCour jika dijadikan barang investasi, Yanto tidak dapat menjawab pasti. “Sifatnya subyektif terkait kenaikan harga saat ditawar calon pembeli. Yang jelas harganya selalu naik tiap tahun,” jelasnya.

Konsultan keuangan Lisa Sumarto setuju bahwa investasi tidak harus dari saham, reksadana, obligasi dan properti, melainkan juga dari benda koleksi, termasuk tas mewah atau jam tangan premium. “Ini merupakan konsep investasi baru bagi masyarakat saat ini. Cukup sesuai dengan gaya hidup masyarakat perkotaan saat ini,” kata Lisa yang gemar mengoleksi produk-produk fashion itu

Bagaimana prospeknya?

Keberanian deLaCour melakukan penetrasi pasar ke negara kita karena potensinya masih besar. Maklum, jumlah orag kaya di Indonesia terus bertambah seiring dengan meningkatkan jumlah kelas menengah. Indikasinya jumlah penjualan mobil dan rumah middle up terus meningkat. Belum lagi jumlah calon jamaah haji yang waiting list makin panjang. Sebagai gambaran, dulu di Jakarta antre ONH Plus cuma setahun, tapi kini di atas 4 tahun.

Kondisi tersebut diperkuat oleh data laporan Credit Suisse, menyebutkan bahwa sekarang lebih dari 100 ribu orang Indonesia yang memiliki kekayaan di atas US$ 1 juta.  Angka itu diprediksi naik dua kali lipat pada 2017. “Kenaikan jumlah orang kaya Indonesia itu akan mengangkat belanja produk fashion dan aksesoris,” kata Yanto. Dalam hal ini, jam tangan mewah bukan lagi kebutuhan tersier, tapi menjadi alternatif investasi.

Dijelaskan Yanto,pangsa pasar jam tangan itu sebesar 70-80% ada di Asia dan peluang pasar di Indonesia cukup menarik. Katakanlah dengan 1% jumlah orang kaya atau sekitar 2 juta orang saja, tentu ini peluang pasar menggiurkan. Apalagi, kalangan atas ini tidak sensitif terhadap harga, bahkan butuh deferensiasi produk jam tangan premium yang dimilikinya.

Ya, gerai deLaCour terus ekspansi . Setelah pembukaan butik pertama deLaCour di SCBD ini, tahun 2014 PT Eurobutik Bangun Indonesia hendak menambah jaringan di sebuah pusat perbelanjaan bergengsi di Jakarta. Dan tahun 2015 bakal membuka butik deLaCour di Surabaya.

Nah, setelah puas menggarap pasar Indonesia, kelak deLaCour juga akan menancapkan kuku bisnisnya ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, semisal Malaysia, Thailand dan Singapura. (SWA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)