Mengenalkan Makanan Lokal Melalui Komunitas

20150613_093911

Masuknya makanan luar negeri ke Indonesia, seperti aneka produk fastfood hingga restoran yang menyajikan makanan ala negara asing, membuat olahan makanan lokal semakin tersingkir. Makanan lokal masih dipandang kuno dan rasa dan penampilan yang kurang menarik. Oleh karena itu, kini mulai muncul kreasi mengolah bahan makanan lokal menjadi sajian yang menarik baik dalam hal cita rasa hingga penampilannya yang modern.

Inilah salah satu upaya yang dilakukan oleh Natural Cooking Club (NCC). Melalui Home Made Food Fiesta (HMFF), komunitas yang didirikan oleh pasangan suami-isteri, Fatmah Bahalwan dan Wisnu A. Martono ini semenjak satu dasarwasa lalu, mereka berdua memberi kontribusi untuk kuliner Indonesia dengan didukung oleh 17.000 member milis.

“Komunitas ini saya bentuk pada tahun 2005, dan HMFF sendiri menjadi ajang offline dwi tahunan yang memberi kesempatan kepada member NCC untuk saling bertemu dan membawa masakan/minuman/penganan yang biasa mereka sajikan di rumah masing-masing, khas dari daerah atau produk andalan bisnis kuliner anggota rumahnya,” kata Fatmah.

Berbagai stan makanan, minuman, dan sponsor mengisi booth-booth, seperti Bakso dan Mie Walikota, Bola Bekel Baking Tools, Yaya Mart, Calf, PT Telkom Indonesia, PT Sinde Budi Sentosa, Tigerson Philti, dan lain-lain. Untuk tahun ini, HMFF diisi oleh sekitar 20 stand kuliner dan 10 stand sponsor. Acara yang berlangsung sejak bulan Januari ini merupakan rangkaian acara dari ulang tahun NCC yang ke-10. Pada bulan sebelumnya, NCC sudah mengadakan acara, yaitu peluncuran buku terbaru NCC, Workshop Food Styling & Food Photography, Lomba Ketahanan Pangan Lokal, Seminar Cookingpreneur, dan Latihan Bareng Serentak NCC Daerah.

Menargetkan 700 peserta pada HMFF 2015 ini, NCC gencar melakukan promosi melalui maling list dan media sosia yang dikelola secara khusus oleh salah stau member mereka. “HMFF sudah 8 kali diadakan dan Alhamdulillah antusiasme member dan non member sangat memuaskan. Tahun ini ada 700 makanan lokal yang akan dibawa ke HMFF 2015, ” kata Fatmah. Ia pun menambahkan, HMFF hanya diadakan 2 tahun sekali. Rencananya jika HMFF diadakan tahun depan, akan lebih memfokuskan bagaimana melakukan sesuatu untuk masyarakat. Hal ini karena masih banyak anak-anak di Indonesia yang mengalami gizi buruk. Bukan karena tidak ada makanan melainkan orang tua yang tidak mengetahui cara mengolah bahan makanan lokal. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)