Berkah Ramadan Dimanfaatkan Accor Menggaet Turis

Bulan puasa Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan peluang, karena kebutuhan primer dan sekunder semakin meningkat. Melihat peluang bisnis ini, Accor Hotel menggandeng Kementrian Pariwisata dalam meningkatkan jumlah pengunjung di jaringan hotel Accor dan beberapa hotel lainnya.

foto 1 (Kiri ke kanan): Adi Satria, Vice President, Sales, Marketing & Distribution, Accor Malaysia-Indonesia-Singapore dan Nia Niscaya, Director of International Tourism Promotion, Ministry of Tourism – Indonesia

“Kami telah menjalankan program Accor Ramadan selama 5 tahun dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Awalnya hanya ada Ibis Hotel, lalu berkembang keseluruh hotel Ibis dan cabang hotel Accor lainnya. Tahun pertama kami mendapatkan 5000 room nights, tahun 2014 kami mendapatkan 25.000 room nights, sehingga tahun ini kami menargetkan 40.000 hingga 50.000 room nights,” ujar Adi Satria, Vice President, Sales, Marketing, & Distribution for Accor Malaysia, Indonesia, And Singpore.

Program ini pun tidak hanya ditawarkan untuk market lokal tetapi juga luar negeri  seperti Malaysia dan Singapura. Maklum, pasar luar pun cukup potensial di bulan Ramadhan, karena berpergian tidak hanya dilakukan orang Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan Nia Niscaya, Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri, Direktorat Jendral Pemasaran, Kementrian Pariwisata RI. “Kementrian Pariwisata tentunya mengapresiasi langkah ini. Dengan target 12.000 wisatawan asing pada 2015, kami optimis akan bisa mencapai target tersebut,” ujarnya sambil berapi-api.

Keoptimtisan ini bukanlah tanpa alasan, pada kuartal Januari hingga Maret wisatan asing yang datang ke Indonesia, mengalami kenaikan yang signifikan.  Pertumbuhan wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia naik hingga 3.51% dari bulan Januari hingga April. Pada bulan Maret naik hingga 3.31%, kenaikan ini meruapakan kenaikan  tertinggi dalam 10 tahun di bulan Maret.

Pemerintah sendiri berfokus pada berbagai pengembangan yang mampu meningkatkan target tersebut, salah satunya dengan memberikan suntikan dana yang cukup besar untuk kegiatan branding. “Tahun ini ini kita mendapatkan dana yang cukup besar untuk kegiatan branding, sekitar 50%, sisanya untuk advertising 30% dan selling 20%. Kita juga mengadakan pelatihan untuk para guide, kita butuh 20.000 guide sementara saat ini hanya tersedia 6.000 saja,” lanjutnya lagi.

Mengingat Indonesia memiliki potensi wisata yang cukup besar, Accor pun juga menambah jumlah hotel sebagai bentuk antisiapasi tersebut. “Saat ini kami ada sekitar 100 hotel dan sedang dibangun 100 hotel lagi. Nanti pada 2020 kita akan memiliki 200 hotel di seluruh Indonesia,” jelas Adi.

Masih banyak daerah wisata di Indonesia yang sulit diakses dan tidak memiliki penginapan, oleh karena itu Accor melihat hal ini sebagai sebuah peluang untuk meningkatkan bisnisnys.”Sebelumnya kami mengakuisisi Hotel Niko, lalu melakukan berbagai renovasi dan menggantinya menjadi Hotel Pullman. Worth it lah itu semua buat kita,” ujarnya sambil tersenyum. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)