Merries Giatkan Kampanye USAGI Agar Para Ibu Jeli Memilih Popok Bayi

Tiap tahun market size industri popok bayi sekali pakai mencapai sekitar Rp6 triliun hampir sama dengan nilai pasar deterjen per tahun,” ujar Susilowati, Associate Vice President Marketing Fabric Home Care & Human Health Care PT Kao Indonesia, yang memproduksi popok bayi sekali pakai merek Merries Good Skin. Tingginya nilai pasar popok bayi sekali pakai dipicu oleh banyaknya kelahiran bayi tiap tahun mencapai 4,5 juta jiwa. Jelas, ini potensi pasar yang menggiurkan.

Merries-KAO

Namun sayangnya, para ibu yang membelikan popok bayi untuk buah hatinya belum paham dalam membedakan produk yang berkualitas baik dan tidak. Berkulitas di sini tidak harus mahal, tapi terjangkau oleh kantong konsumen. Untuk itulah Merries Good Skin terpanggil untuk mengedukasi konsumen dengan menggelar acara “Temu Kader dan Diskusi Kesehatan Anak Bersama Praktisi Kesehatan” di Puskesmas Mekarwangi, Bogor. Tema yang diangkat oleh Merries Good Skin pada diskusi kali ini yaitu ‘Penggunaan Popok Bayi Sekali Pakai Pada Bayi’.

Pada acara ini Merries Good Skin mengajak kader Posyandu yang berada di tiga kelurahan yaitu Sukadamai, Mekarwangi, Sukaresmi untuk berdiskusi secara langsung dengan dokter anak, dr. Herbowo Soetomenggolo mengenai bagaimana cara yang paling baik untuk menghindari efek negatif yang disebabkan oleh penggunaan popok sekali pakai pada bayi atau balita. Dari PT Kao Indonesia diwakili oleh Susilowati, Associate Vice President Marketing Fabric Home Care & Human Health Care PT Kao Indonesia.

Tema ‘Penggunaan Popok Bayi Sekali Pakai Pada Bayi’ ini sengaja diangkat oleh Merries Good Skin yang merupakan varian terbaru dari Merries yang telah dikenal sebagai popok bayi no. 1 di Jepang, karena bayi yang sehat adalah yang memiliki tumbuh kembang yang baik. Semua itu ditandai dengan senyuman keceriaan bayi yang dapat menstimulasi kemampuan motorik, berbahasa dan bersosialisasi dengan sekitarnya. Tetapi bagaimana si kecil dapat tersenyum ketika kulitnya tidak nyaman, selalu lembap dan sering terkena ruam yang banyak disebabkan oleh penggunaan popok yang tidak sesuai dengan kulit bayi yang sensitif.

Popok sekali pakai saat ini telah menjadi produk umum di Indonesia dan diperkirakan penggunaannya akan terus meningkat seiring dengan angka kelahiran bayi, meskipun masih banyak ibu yang lebih memilih popok kain meski harus sering mengganti setiap kali basah. Salah satu alasan utama semakin umumnya para Ibu menggunakan popok sekali pakai yaitu jauh lebih praktis digunakan.

Sayangnya, orangtua sering tidak peduli dengan jenis popok, popok yang dipakai sepanjang hari dan jarang diganti, ruam popok dicegah dengan bedak, ruam popok dicegah dengan lotion atau cream, popok kain dicuci asal bersih, popok dipakai tidak sesuai ukuran yang dibutuhkan. Penggunaan popok sekali pakai yang tidak tepat dapat mengakibatkan berbagai gangguan kulit pada bayi dan balita seperti ruam, iritasi, biang keringat hingga lecet pada kulit. Hal ini masih dialami oleh para Ibu dengan persentase lebih dari 30%.

Tentu saja gangguan pada kulit bayi ini membuat bayi merasa tidak nyaman dan memberikan dampak yang kurang baik bagi perkembangan anak seperti anak menjadi rewel, cengeng, mudah marah dan ini akan menghambat tumbuh kembangnya.

Persepsi yang berkembang di kalangan para ibu adalah iritasi yang dialami oleh bayi merupakan hal yang umum terjadi ketika menggunakan popok bayi. Untuk mengatasi masalah ini, biasanya para ibu melakukan beberapa tindakan antara lain menggunakan baby oil, bedak pada kulit bayi yang bermasalah. Namun sebenarnya hal ini tidak dianjurkan oleh praktisi kesehatan dikarenakan bedak dapat terhirup dan meningkatkan risiko kanker 10-30% bila masuk ke alat kelamin. Para ibu sebagai kunci dari keberhasilan tumbuh kembang anak perlu mendapatkan informasi yang utuh dan lengkap mengenai cara mengatasi efek samping dari penggunaan popok sekali pakai.

Salah satu faktor penyebab munculnya efek samping yang kurang baik pada bayi yaitu kurang baiknya kualitas popok sekali pakai yang digunakan pada bayi. Salah satu solusi yang dapat dilakukan ibu untuk menghindari penggunaan popok sekali pakai yang berefek kurang baik yaitu dengan mengecek apakah popok sekali pakai yang digunakan berpotensi menimbulkan iritasi pada bayi dan dengan memilih dan menggunakan popok bayi yang berkualitas baik. Adapun beberapa kriteria popok sekali pakai yang baik antara lain lembut, daya serapnya baik dan tetap kering sehinga tidak lembab di dalam popok.

Merries Good Skin sangat peduli kepada kualitas popok sekali pakai yang digunakan oleh bayi dan balita di Indonesia menghadirkan metode baru yang mudah bagi para Ibu sebagai bentuk edukasi untuk mengecek kualitas dari satu produk popok sekali pakai, yaitu dengan Kampanye USAGI (Usapan Cegah Iritasi). Para ibu dapat dengan mudah mempraktekkan metode ini secara langsung ketika akan membeli produk popok bayi untuk bayi atau balita.

USAGI terdiri dari: pertama, usap bahannya dan pastikan popok bayi yang Anda pilih lembut ketika disentuh oleh tangan dan tidak mengeluarkan bunyi (seperti berbahan plastik). Kedua, usap kulit bayi dan pastikan kulit bayi Anda tetap kering ketika popok bayi dilepas. Ketiga, usap pinggang bayi. Popok bayi berkualitas baik tidak akan meninggalkan bekas kerutan di pinggang. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)