Onduline Tile Siap Geser Genteng Beton dan Keramik

Penutup atap menjadi bagian penting dalam sebuah struktur bangunan karena diplot sebagai elemen utama pelindung ruang dalam dari cuaca terik maupun hujan. Lebih dari itu, juga mampu menambah nilai estetika sebuah rumah seiring dengan kian beragam bentuk dan jenisnya.

Salah satu produk penutup atap yang memiliki beragam keunggulan yaitu Onduline, genteng ringan asal Perancis berbahan dasar fiber selulosa, bitumen, serat organic, resin dan mineral lain yang ramah lingkungan, serba guna dan hemat biaya. Produk juga telah tersemat label SNI sehingga teruji kualitas dan ketahanannya.

Di Indonesia, sebenarnya Onduline bukanlah pemain baru. Kiprahnya di industri bahan bangunan atap rumah telah berjalan selama 30 tahun dengan bendera lain (distributor). PT Onduline Indonesia resmi berdiri tahun 2006 dengan fokus pemasaran produk ke sejumlah proyek-proyek pemerintah.

Hingga saat ini sudah ada dua seri produk andalan, yaitu Onduline, genteng bitumen bentuk gelombang) dan Onduvilla, genteng bitumen menyerupai bentuk genteng keramik/beton.

“40 persen material produk adalah recycle content dari selulosa. Juga tercatat di Green Building Council Indonesia sebagai produk genteng ramah lingkungan dengan berat gas buang sekitar 4 kg/m2,” kata Tatok Prijobodo, Country Director PT Onduline Indonesia. Lembaran genteng aspal (bitumen) ini diklaim memiliki bobot lebih ringan dibandingkan dengan genteng keramik.

Mengawali tahun 2017, PT Onduline Indonesia melengkapi rangkaian produknya dengan meluncurkan varian terbaru dari seri Onduline, yaitu Onduline Tile. Ini adalah hasil perpaduan dari kedua produk sebelumnya, yaitu memiliki profil memanjang mirip Onduline, tapi juga nampak seperti genteng keramik dengan varian warna yang menarik khas genteng Onduvilla. Sebab itu, disebut tile (genteng) lantaran memiliki tampilan estetis mirip genteng konvensional.

Produk baru ini dilengkapi 7 garis timbul (emboss) yang memudahkan penentuan overlap (tumpang-tindih) tanpa perlu kesulitan mengukur dan memudahkan penentuan posisi pembenaman sekrup. “Onduline Tile hadir untuk bersaing dengan pasar genteng konvensional di Indonesia. Penampilannya genteng banget dengan harga lebih ekonomis,” ujar Reissa Siregar, Marketing and Communications Manager PT Onduline Indonesia.

Genteng dapat dipasang dengan sudut kemiringan atap 5-10 derajat dengan overlap (tumpang tindih) ke atas (vertikal) 11 cm dan ke samping (horizontal) 9,6 - 24 cm. Jarak reng 9 atau 12 cm jika di pasang di multiplek dan 23 atau 46 cm dipasang di rangka batang reng dengan jarak reng satu ke dua sekitar 15 – 38 cm.

Kata Reissa, genteng ini cocok diterapkan pada carport dan garasi selain atap utama bangunan rumah. Ditawarkan satu ukuran, 96 x 195 cm (lebar x panjang) dan tebal 3 mm. Beratnya sekitar 5,9 kg/lembar atau 3,15 kg/m2. Jika genteng beton membutuhkan rangka atap yang kuat supaya sanggup menyangga bobot hingga 45 kg/m2, maka genteng Onduline Tile hanya berbobot 3-4 kg/m2.

“Produk kami dijamin tidak gampang bocor, tidak berisik, juga karena sifat material yang fleksibel membuat Onduline Tile cocok dan mudah diaplikasikan pada model atap yang rumit sekalipun selain memiliki sisi pewarnaan lebih baik dengan harga yang lebih reasonable,” tutur Tatok menambahkan.

Tersedia dalam dual warna 3D lengkap dengan berbagai macam aksesori khusus Onduline Tile, seperti Onduline Ridge A100, Onduline Verge 100, Onduband dan Onduline Speedy Screw. Mulai hari ini produk Onduline Tile sudah bisa dibeli di beberapa outlet bahan bangunan rekanan di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)