Opshid Media Rilis Film Kebangsaan untuk Generasi Milenial

Salah satu rumah produksi pendatang baru Opshid Media yang diprakarsai oleh M. Subchi Azal Tsani akan merilis film baru, Wage, yang mengangkat kisah hidup Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pembuatan film Wage yang disupervisi oleh Mochammad Muchtar Mu'thi, menurut Ivan Nugroho, Direktur Opshid Media untuk mengapresiasi jasa W.R. Supratman. “Itulah yang menjadi pemikiran dasar Mas Bechi (sapaan Subchi-red) sebagai penggagas dibuatnya film ini. Maka film tentang Wage Supratman dibuat sebagai sepantas-pantasnya penghargaan untuk beliau, yang juga ditujukan sebagai pelurus sejarah mengenai kisah hidupnya,” jelas Ivan dalam rilis yang diterima redaksi SWA hari ini (13/10).

 

Adegan dalam film Wage (istimewa)

Ivan menambahkan wujud perjuangan W.R. Supratman juga merupakan sebuah teladan tersendiri. “Film Wage mengajarkan kepada kita bahwa tak semua perjuangan harus melalui pertumpahan darah, tapi juga dapat melalui seni dan karya. Hal itu dapat menjadi dasar utama generasi muda dalam menekuni bidang seni, yaitu berkarya untuk negeri,” jelasnya.

 

Film Wage yang akan diluncurkan pada bulan Oktober ini ditargetkan akan menggaet minimal 1 juta penonton. Ivan mengaku, dalam memproduksi Wage perusahaannya tidak melulu berpatokan dari dari kacamata bisnis. “Pada dasarnya Opshid Media memiliki visi misi yang harus disampaikan kepada publik, sehingga semakin banyak yang menonton semakin baik,” jelasnya.

 

Meski demikian, bukan berarti Opshid memproduksi Wage dengan asal-asalan. Buktinya, anggaran sebesar Rp 16 miliar ludes digelontorkan Opshid untuk memproduksi Wage. Dana tersebut selain dihabiskan untuk produksi juga digunakan untuk riset dan biaya pemasaran yang besar. “Edukasi dan pesan yang ingin disampaikan harus jelas dan tepat ke sasaran,” jelas Ivan.

 

Karena pasarnya adalah generasi milenial, Ivan pun memanfaatkan sosial media yang sering digunakan para pemuda, untuk memasarkan Wage. Kampanye positif bernada kebangsaan pun menjadi fokus utama dalam pemasaran melalui konten kreatif yang disebarkan via media sosial. Opshid Media juga mengemas konten-konten dengan berbagai kampanye positif ajakan untuk menonton film Wage.

 

Ivan memaparkan, lahirnya lagu Indonesia Raya pada akhirnya menimbulkan ketakutan besar pada kaum penjajah. Dengan demikian dirinya berharap lahirnya kehadiran Wage dapat memicu semangat cinta tanah air yang lebih besar dan memacu penghapusan penjajahan di manapun dalam bentuk apapun. “Terakhir saya berharap kita semua dapat menonton film Wage, mari kembali ke jati diri bangsa untuk Indonesia Raya,” pesan Ivan, sekaligus berpromosi.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)