Optimisme MSV Indovision Hadapi Perang Pay TV

PT MNC Sky Vision Tbk (MSV) akhirnya melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) maksimal 1,413 miliar saham atau 20 persen dari modal akan dilepas dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Dengan mematok harga penawaran Rp 1.460 hingga Rp 1.750, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, Direktur Utama MSV yakin sahamnya akan diserap pasar. Ia optimistis Indovision akan terus menjadi pemimpin pasar TV berbayar atau pay TV di Indonesia

Board Director PT MNC Sky Vision, Tbk

Pada 15 Juni 2012 MSV mengumumkan pihaknya akan melakukan IPO sebesar Rp 2,061 triliun hingga Rp 2,472 triliun. Bookbuilding akan dimulai pada tanggal 2 hingga 4 Juli 2012 dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2012.

Rencananya, 70% dari dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi usaha. Sisanya untuk melunasi pinjaman kepada Bank Rakyat Indonesia dan Global Mediacom sebagai pemegang saham.

“Karena 80% ekonomi masyarakat kita berasal dari domestik, maka kami yakin IPO kami akan berakhir dengan baik,” kata Rudi. Ia juga menjanjikan dividen 35% dari laba bersih. Penjamin dan pelaksana emisi saham ini adalah Danareksa Sekuritas dan MNC sekuritas. Selama seminggu ke depan MSV akan melakukan roadshow ke berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika.

MSV hingga kini masih memasarkan pay TV melalui Indovision, Top TV, dan OkeVision. Melalui tiga merek tersebut MSV mengklaim 1,3 juta pelanggan aktif per April 2012. Untuk bulan Mei 2012 saja MSV merangkul 48 ribu pelanggan. Akhir tahun 2011 jumlah pelanggan MSV sekitar 1,163 juta dan akhir tahun ini mereka menargetkan 1,7 juta pelanggan aktif dari sekitar 50 juta kepala keluarga di Indonesia.

“Kalau ada pay TV lain yang mengklaim jumlah pelanggan lebih dari itu, tanyakan dulu itu jumlah pelanggan aktif atau yang ada di database? Kalau pakai database itu kan ada pelanggan pasif dan nggak mau bayar. Dilihat saja revenue-nya, cocok nggak antara revenue dengan jumlah pelanggan,” tegas Rudi. Saat ini angka bersih pelanggan baru MSV setelah dikurangi pelanggan yang berhenti adalah 1,1 persen.

Taktik MSV Hadapi Perang Pay TV

Per Desember 2011 65% pasar pay TV di Indonesia masih dikuasai MSV.  Dari angka 1,163 juta pelanggan di akhir tahun 2011, MSV menargetkan 1,7 hingga 1,8 juta pelanggan di tahun berikutnya. Untuk mencapai target tersebut, MSV menggunakan tiga strategi andalannya yaitu teknologi, konten, dan jaringan.

MSV mengandalkan transponder S-Band dengan menggunakan satelit Indostar-II. Spektrum S-Band merupakan frekuensi paling tahan terhadap gangguan cuaca dan curah hujan. Tak heran bila frekuensi ini juga digunakan di dunia militer. Rudi menjelaskan, “S-band ini sudah tidak ada yang punya lagi karena slot satelitnya memang sudah tidak ada.”

Ekslusivitas konten merupakan strategi kedua yang digadang-gadang MSV untuk tetap menjadi pemenang pasar pay TV di Indonesia. MSV memiliki 110 channel internasional dan local termasuk di antaranya 21 channel eksklusif. Setelah proses migrasi dari MPEG-2 ke MPEG-4 selesai, jumlah ini akan ditingkatkan hingga 160 channel.

“Kami membedakan diri dengan mangakuisisi konten ekslusif. Kalau sama seperti yang lain jadi kayak komoditas bisnis. Makanya ‘Indovision, bukan yang lain’,” seloroh Rudi. MSV juga baru saja mengakuisisi beberapa channel HD. Meski begitu, Rudi mengaku tidak akan terfokus pada penambahan channel melainkan kepada jumlah pelanggan dan layanannya. Bagi pria Surabaya tersebut bisnis pay TV bukan pada kuantitas channel melainkan kualitasnya. Ia pun mengaku telah menolak banyak channel karena dianggap tidak layak tonton. Oleh karena itu MSV pun tidak akan menambah channel HD. Boros dalam pemakaian transponder juga menjadi salah satu faktor penyebabnya

“Dalam tiga atau empat bulan ke depan aka nada personal recorder. Jadi pelanggan bisa merekam tayangan-tayangan yang diinginkan,” ungkapnya. MSV juga akan menambahkan fitur baru yaitu video on demand (VOD). VOD akan menayangkan film-film sesuai keinginan pelanggan.

Jaringan penjualan dan pelayanan MSV di lebih dari 60 cabang di Indonesia juga menjadi salah satu strategi MSV. Tahun ini MSV bahkan akan menambah jumlah cabangnya hingga 82 cabang. Dengan penambahan 22 cabang ini, maka total karyawan yang dimiliki MSV sekitar 8500 orang.

“Saya yakin untuk urusan jaringan, kami tidak bisa disaingin dengan jaringan lain,” ungkap Rudi mengklaim. (EVA)

Leave a Reply

3 thoughts on “Optimisme MSV Indovision Hadapi Perang Pay TV”

Gitu dong... dari dulu saya mencari-cari fitur tersebut.. thanks itu akan sangat bermanfaat
by Daud Hamonangan, 01 Aug 2014, 22:30
go publik sih boleh-boleh saja . . . tapi tolong juga dong di jaga perasaan para pelanggan. sudah 2 bulan tuh siaran Indovision di rumah kami tidak baik. tiap dihubungi custamer servicesnya jawabannya tetap sama (terprogram).......... : SABAR YA PAK..... SEGERA SAYA SAMPAIKAN KEBAGIAN TEKNISI. Masa 2 bulan ngak ada benar-benarnya. CAPEK DEH . . . .!
by Kurniawan, 26 Sep 2012, 17:23

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)