Orchard Park Batam Bidik Segmen B to B

Setelah mengakuisisi 80% saham PT  Dimas Pratama Indah (DPI) senilai Rp 98 miliar, PT Agung Podomoro Land  (APL) siap ekspansi ke Batam. Perusahaan properti yang telah mengembangkan 50 proyek properti ini sedang mempersiapkan lahan seluas 42 hektar untuk mengembangkan proyek terbarunya yaitu Orchard Park Batam. Orchard Park Batam, kini sedang  melakukan pematangan lahan dan direncanakan awal September sudah mulai dilakukan tes pasar. Akhir tahun ini Orchard Park Batam dipasarkan dan kontruksi akan dimulai awal 2014.

OrchardBatam

Rencananya proyek dengan investasi sekitar Rp 1-1,5 triliun dan berlokasi di jalan Engku Putri, Batam Center akan dibangun kawasan terpadu yang terdiri 1.100 unit rumah, 70 unit ruko dan 100 unit apartemen.

Dari 42 hektar lahan yang ada sekitar 32 hektar diperuntukkan sebagai kawasan hunian, sedangkan sisanya (10 hektar) sisanya untuk fasilitas dan area komersial. Karena Orchard Park Batam akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti  area kuliner (Orchard Kitchen), taman bermain anak-anak, kolam renang ukuran olimpiade, fitness center, private garden,sistem kabel bawah tanah dan pencahayaan dengan panel surya dan lain-lain.

Tedi Guswana, Marketing Manager Orchard Park Batam, menambahkan, untuk hunian/rumah tapak, rencananya akan dibangun 5 cluster di mana masing-masing cluster terdapat sekitar 250 unit. Cluster pertama yang akan dipasarkan akan didominasi tipe 6 (luas bangunan 55 meter persegi) dan tipe 7 (luas bangunannya sekitar 70 meter persegi) yang dijual dengan harga mulai dari Rp 700 juta/unit. Sedangkan  untuk tipe yang paling besar di cluster lainnya akan ditawarkan dengan harga Rp 2,5 miliar/unit.

Indra Antono, Wakil Direktur Utama APL, menambahkan dipilihnya Batam sebagai lokasi pengembangan proyek APL, karena Pulau Batam memiliki potensi yang sangat baik. Selain  itu,  pertumbuhan ekonomi 7% yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional 6%, Batam memiliki 5 kawasan industri dengan ratusan perusahaan modal asing dan ribuan pekerja asing, berdekatan dengan Singapura (30-40 menit) melalui jalur laut, sehingga akan semakin memberikan nilai tambah lokasi ini. “Kami membidik market tidak saja pembeli dari Batam dan Singapura, tapi juga seluruh Indonesia. Selain membidik segmen ritel (40%), proyek ini juga akan membidik segmen B to B (60%),” kata Indra.

Rencananya, untuk apartemen  di Orchard Park Batam akan dijual sekitar Rp 250–300 juta/unit, sedangkan rukonya dijual dengan harga Rp 3 miliar/unit. Indra berharap, nantinya pembeli kawasan ini adalah adalah end user (85%) dan investor (15%). Apalagi sekitar 60% perusahaan asing yang beroperasi di Batam merupakan perusahaan Singapura yang banyak memperkerjakan pekerja asing di Batam, sehingga dengan membidik segmen B to B sangat cocok untuk mempercepat penjualan proyek ini, mengingat masih banyak konsumen properti yang membutuhkan hunian yang nyaman dan memiliki nilai investasi yang tinggi. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)