Pameran Café & Brasserie Pertama Akan Digelar di Indonesia

CBI

Saat ini setidaknya ada 14 ribu kafe di Indonesia dan jumlah ini terus tumbuh tiap tahunnya. Masing-masing menawarkan pengalaman unik seiring dinamika gaya hidup masyarakat yang terus berubah. Bukan saja jumlahnya yang besar, tapi nilai bisnis di sini pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada rentang lima tahun 2013 hingga 2018 diperkirakan total pendapatan di sector kafe meningkat dari US$ 3,4 miliar menjadi US$ 4,16 miliar dengan tingkat CAGR 3,42 persen.

James Boey, GM Reed Panorama Exhibitions, menyebut angka itu akan terus tumbuh, diperkirakan bisnis kafe akan tumbuh 30 persen tiap tahunnya. Bicara kafe tentu tidak lepas dari kebiasaan minum kopi dan teh didalamnya. Inilah yang ditangkap Reed Panorama Exhibitions sehingga tercetus menyelenggarakan Café & Brasserie Indonesia (CBI) yang pertama dan terbesar di Indonesia.

“CBI is about lifestyle, bukan sekadar soal food and beverages, sebab life style itu sekarang yang bisa mendorong industri dan bisnis lebih besar,” ujar Jamses Boey, GM Reed Panorama Exhibitions (RPE).
Event yang akan diselenggarakan pada 2-4 September 2016 di Hall B, Jakarta Convention Center (JCC) bersamaan dengan dua pameran besar lainnya yaitu Franchise & License Expo Indonesia ke-14 dan Ritail Solution Expo.

CBI yang merupakan ide RPE ini, didukung penuh oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI), Dewan The Indonesia (DTI) dan Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI).

Menurut James, acara ini dirancang khusus agar para pelaku usaha di sector ini dapat bertukar informasi, pengetahuan, dan trend terbaru serta membangun jaringan kerjasama antar pelaku usaha sehingga mampu menumbuhkan peluang usaha dan akan menjadi ajang yang tepat bagi para pelaku bisnis, baik dari kalangan wirausaha, investor, franchisor, dan franchisee, serta para professional untuk menggali informasi dan memperluas koneksi serta mendapatkan langsung dari sumber pertama. “Berbagai macam mesin pembuat kopi dan alat-alat pendukung bisnis lainnya di sector kafe dapat ditemui di sini,” imbuhnya.

James meyakini CBI mampu mendorong munculnya pengusaha baru dan investor baru di sector kafe ini. Dan tentunya ini akan meningkatkan konsumsi kopi dan teh domestic. Dan jika ini terjadi tentu dapat mendorong peningkatan pendapatan petani kopi dan perkebunan teh. James menargetkan lebih dari 10 ribu pengunjung yang terdiri dari pemilik kafe, investor, barista, chef dan komunitas pecinta kopi dan the dari dalam dan luar negeri akan hadir di acara ini.

Nantinya CBI bukan saja sekadar pameran, karena akan dikemas sangat menarik dengan berbagai acara yang akan disuguhkan yaitu Barista Championship, Golden Leaf Awards, Business Matching, Business Forum, Culinary Competition, All About Barista, dan Tea Sommelier Course. “Saya yakin ini sangat menarik, apalagi ada Tea Sommelier Course, di sini kita bisa belajar jenis teh dan bagaimana memadukan dengan makanan yang tepat. Ini merupakan yang pertama di Indonesia,” ujar Ratna Somantri, Kepala Bidang Promosi Dewan Teh Indonesia (DTI).

Ratna menyebut konsumsi teh di Indonesia masih sangat rendah, hanya 340 gram per kapita per tahun dibandingkan dengan Malaysia besar konsumsi tehnya bisa mencapai 600-700 gram per kapita per tahun. Ia berharap dengan event ini bisa meningkatkan konsumsi teh domestic, mengingat Indonesia adalah salah satu penghasil teh besar dunia.

Senada dengan Ratna, Pranoto Soenarto, Wakil Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) menuturkan konsumsi kopi di Indonesia masih rendah hanya 1,3 kg per kapita per tahun. “Tapi angka it uterus tumbuh saya yakin melihat makin banyaknya kafe di Indonesia, tahun sebelumnya hanya 0,9 kg per kapita per tahun. Dengan event ini tentu makin mendorong peningkatan tersebut,” ujarnya.

RPE adalah perusahaan joint venture antara perusahaan event organizer dunia Reed Exhibitions dengan Panorama Group. Sebelum mengadakan CBI ini, RPE telah sukses menyelenggarakan sepuluh pameran berskala internasional di Indonesia yang terkait dengan waralaba, transportasi, konstruksi, maritime, pertambangan, bahan bangunan dan konstruksi, logistik serta konsumen, dua antaranya Pameran Baby & Kids Expo dan Indonesia Comic Con. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)