Pameran Farmasi CPhI SEA 2014 Digelar ke-3 Kalinya di Jakarta

United Business Media (UBM) Asia kembali mengadakan Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhI SEA) 2014 di Indonesia untuk yang ke-3 kalinya, pada 20-22 Mei 2014 di Jakarta International Expo, Kemayoran. Pameran ini merupakan peluang bagi para pelaku industri farmasi dan penyedia bahan baku obat dari seluruh dunia untuk menjangkau pasar Asia Tenggara yang sedang tumbuh pesat.

CPhl-UBM

Christopher Eve, Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga, mengatakan, “Pameran ini sebuah platform untuk badan pemerintah, asosiasi perdagangan, dan lembaga regulator dalam mendapatkan update mengenai pasar bahan baku farmasi, mensosialisasikan kebijakan baru, program mendatang untuk industri dan terhubung langsung dengan industri untuk memahami peluang nyata dan tantangan yang mereka hadapi.”

Di CPhI SEA 2014 ini, tercatat lebih dari 260 peserta dari 25 negara dan kawasan di dunia serta 5 paviliun negara dan kelompok akan menampilkan produk bahan baku farmasi unggulan, mesin-mesin, perlengkapan dan produk kemasan.

Pameran CPhI SEA 2014 akan menghadirkan bahan baku obat inovatif dengan kualitas tinggi sehingga memudahkan ketersediaan obat-obatan terjangkau, terutama di Indonesia terkait dengan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN. JKN merupakan program kesehatan pemerintah untuk semua lapisan masyarakat Indonesia,yang resmi diaplikasikan sejak 1 Januari 2014 di bawah pengawasan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kepesertaan JKN adalah wajib bagi semua penduduk Indonesia yang berjumlah 257,5 juta jiwa dan ditargetkan akan terlaksana paling lambat per 1 Januari 2019.

Irfan Humaidi, Kepala Departemen Humas BPJS Kesehatan, menambahkan, berdasarkan catatan BPJS Kesehatan, per 9 Mei 2014, total jumlah peserta BPJS Kesehatan adalah sebanyak 121,6 juta orang atau sudah mencapai target tahun 2014. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat ini dikarenakan kesadaran masyarakat tentang pentingnya jaminan kesehatan semakin baik. Selain itu, sosialisasi yang dilakukan BPJS Kesehatan dan pemerintah juga semakin menjangkau wilayah yang lebih luas.

Menjelang lima bulan pelaksanaannya, JKN telah menerima berbagai respon termasuk perihal ketersediaan obat. Obat memiliki peran penting dalam layanan kesehatan dengan menyerap 35% - 40%  dari seluruh komponen biaya di puskesmas maupun rumah sakit. “Ketersediaan obat inovatif dan berkualitas sangat dibutuhkan, disinilah peran industri farmasi untuk memproduksi obat-obat berkualitas namun terjangkau oleh pemerintah,” tambah Purnawarman Basundro.

Industri farmasi Indonesia sendiri masih menghadapi tantangan dengan tingginya impor bahan baku obat yaitu lebih dari 90%. Kendrariadi Suhanda, Ketua Umum Pharma Materials Management Club (PMMC) dan Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Indonesia, menjelaskan, “Mayoritas bahan baku masih didominasi Cina dan India sebesar 60%, padahal produk farmasi dalam negeri juga sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sebagian sudah memenuhi standar internasional.”

Selain pentingnya peran pemerintah dalam mendorong masuknya investasi industri bahan baku farmasi, para pelaku industri farmasi juga perlu memelihara networking dengan industri pembuat bahan baku obat di luar negeri salah satunya melalui CPhI. PMMC sendiri memiliki peranan dalam CPhI sejak awal pelaksanaannya sebagai bentuk upaya meningkatkan industri farmasi Indonesia.

CPhI SEA adalah acara yang terfokus pada industri farmasi serta membuka peluang mengembangkan networking profesional bagi para ahli pengembangan obat dan spesialis lain di dalam bisnis farmasi. Pameran tiga hari beserta program pendukungnya seperti seminar informatif dan presentasi teknologi, mempertemukan para pengambil keputusan senior dari perusahaan manufaktur dan profesional di bidang R&D dengan para supplier internasional dalam industri bahan baku, layanan, dan solusi outsourcing.

Pameran ini akan dilengkapi dengan  pameran P-MEC (machinery and equipment) and InnoPack (packaging solutions). P-Mec akan menghadirkan peralatan farmasi yang terbaik dari Eropa, India dan China, sedangkan InnoPack akan memberikan informasi terbaru mengenai packaging & drug delivery system, labelling serta track & trace. “Kami berharap dengan kehadiran yang ketiga kalinya, CPhI SEA 2014 dapat melengkapi semua kebutuhan industri farmasi serta memberikan peluang dalam menyediakan obat-obatan yang berkualitas dan terjangkau. Dengan demikian, pameran ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan industri  farmasi Indonesia dan mendukung pelaksanaan JKN,” tutup Christopher Eve.

Dimiliki oleh UBM plc yang terdaftar di London Stock Exchange, UBM Asia beroperasi di 18 sektor pasar dengan kantor pusat di Hong Kong dan anak perusahaan di seluruh Asia, termasuk UBM China di Shanghai, Hangzhou, Guangzhou dan Beijing. UBM memilki lebih dari 200 produk media yang terbagi dalam tiga kategori: pameran perdagangan, percetakan dan online. Sebagai penyelenggara pameran terkemuka di Asia dan penyelenggara komersial terbesar di dua pasar terbesar Asia: Cina dan India, UBM mengadakan event-event besar dari setiap jenis industri di seluruh Asia.

Sebanyak 150 event, 24 publikasi dan 18 portal vertikal melayani 1.000.000 lebih peserta pameran berkualitas, pengunjung, delegasi konferensi, pengiklan dan pelanggan dari seluruh dunia dengan event-event bisnis tatap muka yang sesuai dan bernilai tinggi, kualitas dan publikasi instant di pasar dan tren industri serta jaringan online trading dan platform sourcing. UBM memilki 1.000 staf di 21 kota besar di seluruh Asia, menyebar dari Jepang hingga ke Turki. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)