Pantene Bukan Cuma Menjual Shampo

Bagi P&G, produsen Pantene, konsumen adalah raja. Karena itu, P&G selalu mendengarkan apa kebutuhan dan keinginan konsume. Apa permasalahan rambut yang dihadapi konsumen, sehingga P&G bisa membantu menyelesaikan permasalahan tersebut dengan produknya, termasuk dengan Pantene. Apa saja yang dilakukan P&G sehingga Pantene tetap berkibar sebagai salah satu merek terbaik di kategori shampo? Endi Febrina Herlambang, Country Comunication Manager P & G Indonesia, memaparkannya kepada Dadi A. Salim dari SWA Online:

Pantene-Febrina (utama)

Apa saja yang dilakukan Pantene sehingga mereknya tetap menjadi yang terbaik?

Bagi P&G konsumen adalah our boss. Jadi, penting sekali bagi kami untuk mendengarkan apa yang dilakukan oleh konsumen, apa yang konsumen kami ingingkan, apa permasalahan mereka dan bagaimana produk kami bisa membantu untuk menyelesaikan masalah tersebut?

Yang menarik dari Pantene itu adalah kami tidak hanya menjual shampo, tapi bagaimana bisa membuat rambut dari konsumen kami itu berkilau dan kuat. Jadi dari mulai tahun ini kami memperkuat lagi equity kami tentang Pantene to more shine and strong. Karena tentunya produk yang baik dan diminati masyarakat itu emas (berharga), tapi yang harus ditambahkan lagi itu adalah bagai mana meraih konsumennya.

Sekarang konsumen itu beli produk bukan karena hanya produknya bagus, tapi karena ada keterkaitan dengan kehidupan pribadinya. Jadi mereka merasa ada hubungan dengan produk tersebut.

Pantene-Febrina2

Apa saja inovasi yang dilakukan dari sisi harga, produksi, marketing, dll?

Dari P&G itu kami tidak terlalu fokus di harga, tapi harga tetap kami jaga. Untuk yang terbaru itu kami ada double sachet, kalau untuk masyarakat menengah ke bawah itu kebanyakan menggunakan sachet. Jadi saya tidak bilang harga, tapi lebih ke strategi kemasan. Kami punya berbagai macam kemasan untuk berbagai macam konsumen. Jadi, kalau untuk konsumen menengah ke atas, kami punya kemasan yang besar hampir setengah liter dan kami taruh produknya di supermarket yang menengah atas.

Namun, jika ingin ukuran medium size, yang 180 ml kami taruhnya itu di mini market. Kami lihat konsumen itu belanja di mana, kami setarakan beberapa produknya. Yang terbaru dari kami itu ada double sachet yang edarnya di pasar. Jadi Pantene ingin hadir untuk semua masyarakat dengan prinsip kami yang shine and strong.

Kami juga mulai dengan iklan, bagaimana bisa meraih anak muda. Mereka itu tidak melalui TV tapi lebih kuat di dunia digital, jadi bagaimana berbicara dengan generasi muda melalui dunia digital seperti internet dan media sosial.

Apa saja terobosannya?

Kalau inovasi itu sebuah keharusan. Jadi untuk yang terbaru itu kalau kita keramas itu kan pake air keran, dengan kandungan keratin bisa melindungi batang rambut walaupun kena air keran. Untuk produk ini baru diluncurkan akhir tahun lalu. Bedanya dengan yang nature care itu variannya yang berbeda-beda. Jadi masalah rambutnya apa, itu kan beda-beda. Kalau nature care memang untuk rambut hitam yang sehat. Dan yang paling baru bulan ini kami luncurkan adalah yang aqua pure. Jadi konsepnya adalah tidak terlalu banyak moisturizer tapi membuat rambut lebih mengembang. Jadi kembali lagi kebutuhannya apa.

Bagaimana kinerja penjualannya?

Segmen pasar kami tidak hanya untuk perempuan tapi juga laki-laki, tapi memang mayoritas penggunanya adalah perempuan. Karena banyak konsumen yang laki-laki itu ke Head & Shoulder. Dari P&G untuk yang varian male-nya itu memang Head & Shoulder dan yang female-nya itu Pantene. Kami tidak bisa juga saling bunuh-bunuhan merek sendiri.

Untuk pertumbuhan per tahunnya kami masih optimistis, tapi kalau angkanya belum bisa saya sebutkan. Tapi yang jelas kami tidak stagnan dan juga tidak turun. Itu juga menjadi tantangan kami untuk bagaimana mempertahankan itu.

Berapa market share-nya?

Kalau untuk market share saya belum bisa bicara, tapi yang pasti kami masih market leader.

Upaya apa yang akan dilakukan untuk ke depannya?

Untuk ke depannya dari kami itu bagaimana to grap more young consumer. Karena kalau yang dewasa sudah tau Pantene. Jadi tantangannya itu bagaimana kalangan muda ini tahu Pantene dan memakai Pantene. (EVA)

Leave a Reply

1 thought on “Pantene Bukan Cuma Menjual Shampo”

ternyata sepeti itu strateginya. bagus juga
by peluang usaha, 24 Sep 2014, 07:40

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)